Transformasi Digital Pemerintah: Belajar dari Singapura, Estonia, dan UEA
Indonesia tengah mempercepat transformasi digital pemerintahan dengan fokus pada integrasi layanan dan kepercayaan publik, meneladani pendekatan komunikasi dari negara maju.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.10 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kini bergerak secara strategis dalam membangun sistem layanan digital nasional yang terintegrasi, berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023. Aturan ini menjadi fondasi utama untuk menghilangkan fragmentasi layanan yang selama ini menghambat efisiensi dan kenyamanan masyarakat. Tujuan utamanya bukan sekadar memindahkan proses ke platform digital, melainkan menciptakan ekosistem pemerintahan yang responsif, inklusif, dan berbasis data yang dapat diakses secara terpadu.
Dalam perjalanan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pada Juli 2026, pemerintah harus mampu menghilangkan tumpang tindih aplikasi dan mengurangi beban pengisian data berulang oleh warga. Pernyataan ini menyoroti bahwa keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari jumlah aplikasi yang diluncurkan, melainkan dari sejauh mana layanan mampu memudahkan kehidupan sehari-hari tanpa membebani masyarakat. Di sinilah peran komunikasi publik menjadi kunci utama.
Negara-negara seperti Singapura menunjukkan bahwa pendekatan terbaik bukan dengan memperkenalkan teknologi secara teknis, melainkan dengan menyampaikan visi yang manusiawi. Pada 2014, Perdana Menteri Lee Hsien Loong menggambarkan Smart Nation bukan sebagai proyek infrastruktur, melainkan sebagai upaya menjadikan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan keterlibatan warga. Pesan ini berhasil mengubah persepsi publik: teknologi bukan tujuan, melainkan sarana untuk mewujudkan kehidupan yang lebih bermakna.
Di Estonia, keberhasilan digital tidak didasarkan pada kecanggihan teknologi semata, melainkan pada kepercayaan yang dibangun secara konsisten selama puluhan tahun. Presiden Alar Karis menegaskan bahwa sistem digital yang kuat dibangun dari prinsip transparansi, penggunaan data yang terbatas, serta kewenangan yang jelas. Konsep "once-only" menjadi fondasi: warga hanya perlu memberikan data sekali, dan instansi lain bisa mengaksesnya secara aman. Hal ini membangun kepercayaan bahwa pemerintah tidak hanya mengumpulkan data, tetapi memanfaatkannya dengan tanggung jawab.
Uni Emirat Arab menawarkan model lain: pendekatan proaktif. Alih-alih menunggu warga datang ke kantor pemerintah, layanan digital dikembangkan dengan pendekatan mendatangi masyarakat. Ini mencerminkan komitmen untuk memahami kebutuhan rakyat sebelum menyediakan solusi. Keberhasilan transformasi digital di tiga negara ini menunjukkan bahwa kunci utamanya bukan teknologi, melainkan kemampuan pemerintah dalam menyampaikan visi, membangun kepercayaan, dan menempatkan manusia sebagai pusat perubahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penataan Klaster Diaspora Dorong Sinergi Kebijakan Nasional
Kemenko Kumham Imipas mendorong integrasi kebijakan melalui penataan empat klaster diaspora untuk memperkuat sinergi antarlembaga dan mewujudkan pendaftaran tunggal.
22 September 2026

Pemimpin Dunia Hadir di PBB Bahas Transformasi dan Kepercayaan Global
Ratusan kepala negara dan pemerintahan berkumpul di New York untuk Debat Umum PBB, membahas tantangan global seperti perang, iklim, dan teknologi, dengan fokus pada pemulihan kepercayaan terhadap multilateralisme.
22 September 2026

Avtur Naik, Tiket Pesawat Diproyeksikan Melonjak
Kenaikan harga avtur seiring volatilitas minyak global memicu penyesuaian biaya operasional maskapai dan berpotensi tingkatkan tarif penerbangan domestik hingga 8 persen.
22 September 2026

Meutya Tekankan Kepatuhan Roblox pada Regulasi Perlindungan Anak
Menteri Komunikasi dan Digital bertemu CEO Roblox di AS, minta peningkatan perlindungan anak melalui implementasi PP Tunas secara nyata dan transparan.
22 September 2026
Berita Lainnya

Bulog Buka Peluang Kerja untuk Keluarga ASN Korban Penembakan Papua
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Polisi Gagalkan Peredaran Etomidate via Sistem Tempel di Jakbar
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

KI sebagai Aset Jaminan Dorong Pertumbuhan UMKM
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Laboratorium Narkotika Sintetis Dibongkar di Gambir
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Kejari Mimika Tuntaskan Rp26,36 M dari Terpidana Korupsi Aerosport
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Stadion Pajajaran Bogor Capai 39 Persen Penyelesaian
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

BRI Peroleh Penghargaan Halal atas Dampingi 730 UMKM
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

Polda Metro Jaya dan The Jakmania Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan Jakarta
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

