Perang Dunia Kini Turun ke Dasar Laut
Ancaman terhadap infrastruktur bawah laut mendorong negara-negara memperkuat pengawasan dengan teknologi drone otonom dan sistem deteksi canggih.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kemajuan militer global kini bergerak ke wilayah yang selama ini diabaikan: dasar laut. Di tengah meningkatnya ancaman sabotase dan perang hibrida, negara-negara mulai memperhatikan kembali keamanan infrastruktur bawah permukaan laut, termasuk kabel komunikasi, pipa energi, dan jaringan listrik. Perubahan ini muncul sebagai respons terhadap kerentanan strategis yang terbukti dalam insiden seperti ledakan pipa gas Nord Stream pada 2022, yang diduga disebabkan oleh tindakan sengaja. Sejumlah kejadian serupa di wilayah Arktik dan sekitar Taiwan semakin memperjelas risiko yang mengintai di bawah permukaan laut.
Kini, sekitar 1,5 juta kilometer kabel komunikasi bawah laut menjadi tulang punggung globalisasi digital. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung internet internasional, tetapi juga transmisi energi dari sumber terbarukan di laut. Ketergantungan ekonomi yang tinggi membuat keamanan wilayah bawah laut menjadi prioritas strategis. Menurut para ahli, kerentanan ini telah lama terabaikan, sehingga perlu segera diperbaiki dengan pendekatan baru yang lebih proaktif dan berkelanjutan.
Dalam upaya menjaga wilayah kritis, teknologi drone otonom mulai menjadi kunci. Perusahaan seperti Euroatlas mengembangkan kendaraan bawah laut seperti GrayShark yang mampu menjalankan misi tanpa kontrol langsung manusia. Kendaraan ini dapat mendeteksi objek mencurigakan, seperti ranjau atau gangguan pada pipa, serta melaporkan temuan secara real time. Dengan kemampuan navigasi otomatis dan ketahanan terhadap rintangan, drone ini memungkinkan pemantauan berkelanjutan di area yang sulit dijangkau oleh kapal atau pesawat.
Investasi besar pun mulai mengalir. Perusahaan Italia Fincantieri mengumumkan rencana akuisisi senilai US$689 juta untuk memperkuat kapasitas di bidang drone bawah laut, survei kelautan, dan komunikasi bawah air. Tujuannya adalah memanfaatkan pengalaman lebih dari seratus tahun dalam pembuatan kapal selam untuk membangun sistem pertahanan bawah laut generasi baru. Di sisi lain, perusahaan pertahanan Prancis Thales juga mengembangkan sistem deteksi sonar dan antikapal selam canggih.
Kemajuan ini membuka kemungkinan munculnya konflik otomatis di dasar laut, di mana drone militer saling melacak dan mengidentifikasi ancaman tanpa intervensi manusia. Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa drone akan menggantikan kapal berawak sepenuhnya. Armada masa depan diperkirakan akan menggabungkan sistem otonom dan berawak, di mana drone berperan sebagai mata-mata terus-menerus, sementara kapal atau personel siap bertindak jika ditemukan ancaman nyata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantul Catat Rekor 131 Hari Tanpa Hujan Akibat El Nino 2026
Kabupaten Bantul mencatat durasi tanpa hujan terpanjang di Indonesia sepanjang 131 hari akibat dampak El Nino kuat, memperparah kondisi kekeringan di 25 provinsi.
22 September 2026

Puncak Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Terjadi Desember hingga Februari
Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada Desember hingga Februari dengan distribusi wilayah berbeda-beda berdasarkan zona iklim.
22 September 2026

Jatim Masuki Puncak Kemarau, Hujan Baru Meningkat Akhir Tahun
Jawa Timur kini berada di puncak musim kemarau akibat El Nino sangat kuat, dengan hujan diperkirakan tetap rendah hingga November, baru mulai membaik pada Desember 2026.
22 September 2026

Kawah Baru di Bulan Terbentuk Akibat Tumbukan Abaduan
Temuan kawah baru berdiameter 222 meter di Bulan, hasil benturan asteroid atau komet, menjadi perhatian ilmuwan karena dampaknya yang luas dan signifikan.
22 September 2026
Berita Lainnya

Penataan Klaster Diaspora Dorong Sinergi Kebijakan Nasional
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Bulog Buka Peluang Kerja untuk Keluarga ASN Korban Penembakan Papua
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Polisi Gagalkan Peredaran Etomidate via Sistem Tempel di Jakbar
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

KI sebagai Aset Jaminan Dorong Pertumbuhan UMKM
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Laboratorium Narkotika Sintetis Dibongkar di Gambir
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Kejari Mimika Tuntaskan Rp26,36 M dari Terpidana Korupsi Aerosport
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Stadion Pajajaran Bogor Capai 39 Persen Penyelesaian
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

Pemimpin Dunia Hadir di PBB Bahas Transformasi dan Kepercayaan Global
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

