Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Puncak Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Terjadi Desember hingga Februari

Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada Desember hingga Februari dengan distribusi wilayah berbeda-beda berdasarkan zona iklim.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Puncak Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Terjadi Desember hingga Februari📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BMKG memperkirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan dimulai sekitar bulan November, dengan puncak aktivitas curah hujan terjadi pada periode Desember hingga Februari. Prediksi ini didasarkan pada analisis data iklim jangka panjang dan pola sirkulasi atmosfer yang memengaruhi distribusi hujan di berbagai zona iklim di tanah air. Tidak semua daerah mengalami perubahan musim secara bersamaan, sehingga ada perbedaan waktu masuknya musim hujan antar wilayah.

Dari total luas daratan Indonesia, sebanyak 36,94 persen atau 155 zona otoritas meteorologi (ZOM) diproyeksikan mencapai puncak musim hujan pada bulan Desember. Pada Januari, angka ini naik menjadi 25,68 persen (162 ZOM), sementara pada Februari tercatat 16,79 persen (190 ZOM). Wilayah yang masuk kategori puncak hujan Desember meliputi sebagian Sumatera, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi Utara, wilayah pesisir selatan Gorontalo, serta beberapa bagian di Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua.

Pada Januari, puncak hujan dialami oleh wilayah seperti Riau bagian selatan, Kepulauan Riau tengah, Bengkulu utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan barat, Lampung utara, sebagian Jawa, Bali tengah, NTB barat, sebagian NTT, serta wilayah Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur. Sementara Februari menjadi puncak di sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar wilayah Papua.

BMKG menekankan pentingnya kesiapan antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor, terutama karena intensitas hujan pada periode puncak cenderung tinggi meskipun durasi musim hujan relatif singkat. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta memperkuat sistem drainase, mempercepat penanganan tanggap darurat, serta memperbarui rencana evakuasi. Beberapa wilayah dengan risiko tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, dan sebagian Maluku diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya