Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Hancurkan Peluncur Roket Iran di Larak, Tegaskan Ancaman Jalur Laut

Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap dua peluncur roket Fajr-5 di Pulau Larak, Selat Hormuz, sebagai respons atas dugaan persiapan Iran menempatkan ranjau laut di jalur pelayaran strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
AS Hancurkan Peluncur Roket Iran di Larak, Tegaskan Ancaman Jalur Laut📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasukan Amerika Serikat berhasil menghancurkan dua unit peluncur roket milik Iran di wilayah Pulau Larak, yang berada di tengah Selat Hormuz. Serangan ini dilakukan setelah AS mendeteksi aktivitas yang mengindikasikan persiapan peluncuran rudal Fajr-5 oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dengan kemungkinan tujuan penyebaran ranjau laut di kawasan perairan kritis tersebut. Fasilitas yang disasar diyakini menjadi basis operasional untuk menempatkan sistem roket jarak jauh yang mampu menjangkau jalur pelayaran utama di sisi selatan selat.

Sistem Fajr-5, yang menjadi sasaran serangan, merupakan peluncur ganda dengan diameter roket 333 milimeter dan jangkauan hingga sekitar 75 kilometer. Kemampuan ini memungkinkan roket tersebut menargetkan perairan di dekat pantai Oman, wilayah yang sering digunakan kapal-kapal untuk menghindari risiko serangan di jalur utama Selat Hormuz. Menurut analis bekas angkatan darat AS, David Des Roches, karakteristik serangan menunjukkan keselarasan dengan pernyataan Presiden Donald Trump tentang ancaman Iran yang sedang dipantau secara ketat.

Roches menegaskan bahwa kemampuan Iran untuk memanfaatkan Fajr-5 dalam penempatan ranjau laut berpotensi mengganggu lalu lintas maritim di kawasan, terutama di rute selatan yang menjadi alternatif jalur bagi kapal sipil netral. Ia menyebut bahwa sejumlah kapal telah memilih melintasi perairan Oman demi menghindari ancaman langsung dari serangan Iran. "Roket-roket tersebut berpotensi menanam ranjau di perairan tersebut, sehingga akan mempersulit rute selatan," ujarnya.

Dengan demikian, serangan tersebut dianggap sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional yang krusial bagi perdagangan global. Fokus utamanya adalah mencegah potensi gangguan serius terhadap arus kapal di Selat Hormuz, salah satu rute maritim paling vital di dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya