Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Lanjutkan Serangan ke Iran, Teheran Aktifkan Pertahanan Udara

Serangan berkelanjutan AS ke Iran pada hari kelima memicu respons militer Iran dengan aktivasi sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah ibu kota dan daerah strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
AS Lanjutkan Serangan ke Iran, Teheran Aktifkan Pertahanan Udara📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Pada hari kelima serangannya terhadap Iran, militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan gelombang kedua serangan udara pada Rabu, 15 Juli 2026. Operasi tersebut dilakukan secara berturut-turut selama lima hari, dengan fokus utama melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz. Serangan juga menyasar satu kapal tanker minyak kosong yang sedang berlayar menuju Pulau Kharg, jalur maritim krusial bagi ekonomi Iran. Ini merupakan kapal pertama yang dilumpuhkan sejak blokade angkatan laut AS diperketat kembali.

Di sisi lain, Teheran merespons dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara di berbagai wilayah, termasuk area timur dan barat ibu kota. Laporan media pemerintah Iran menyebutkan adanya ledakan keras yang terdengar di sekitar wilayah Parchin dan Pakdasht, yang berada di sebelah tenggara ibu kota. Gubernur Pakdasht mengonfirmasi pengaktifan sistem pertahanan dan menyatakan suara ledakan terdengar secara jelas di wilayahnya.

Beberapa lokasi strategis lainnya dilaporkan menjadi sasaran, termasuk Bandara Semnan di wilayah utara Iran, yang berjarak lebih dari 100 mil dari Teheran. Media pemerintah IRIB menyebutkan bahwa bandara tersebut menjadi target serangan udara, didukung informasi dari pejabat manajemen krisis. Dua proyektil juga dilaporkan menghantam wilayah di luar kota Khondab, bagian tengah Iran, sebagaimana dikonfirmasi oleh wakil gubernur Provinsi Markazi. Suara ledakan serupa terdengar di Khorramabad, ibu kota Provinsi Lorestan, wilayah barat-tengah negara.

Meski CNN tidak dapat memverifikasi secara independen sumber serangan atau asal-usulnya, pihak militer AS belum memberikan respons resmi terhadap klaim tersebut. Di sisi lain, juru bicara kementerian luar negeri Iran menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Namun, Presiden Trump menyampaikan melalui media sosial bahwa Iran telah melepaskan seorang warga negara Amerika yang ditahan sejak Desember 2024, yang ia sebut sebagai tanda iktikad baik.

Peristiwa ini terjadi dalam konteks ketegangan meningkat antara kedua negara terkait kontrol atas Selat Hormuz. Kedua pihak saling melancarkan serangan, meski telah ada upaya mediasi oleh Pakistan untuk mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri konflik secara permanen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya