AS Lanjutkan Serangan ke Iran, Teheran Aktifkan Pertahanan Udara
Serangan berkelanjutan AS ke Iran pada hari kelima memicu respons militer Iran dengan aktivasi sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah ibu kota dan daerah strategis.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pada hari kelima serangannya terhadap Iran, militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan gelombang kedua serangan udara pada Rabu, 15 Juli 2026. Operasi tersebut dilakukan secara berturut-turut selama lima hari, dengan fokus utama melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz. Serangan juga menyasar satu kapal tanker minyak kosong yang sedang berlayar menuju Pulau Kharg, jalur maritim krusial bagi ekonomi Iran. Ini merupakan kapal pertama yang dilumpuhkan sejak blokade angkatan laut AS diperketat kembali.
Di sisi lain, Teheran merespons dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara di berbagai wilayah, termasuk area timur dan barat ibu kota. Laporan media pemerintah Iran menyebutkan adanya ledakan keras yang terdengar di sekitar wilayah Parchin dan Pakdasht, yang berada di sebelah tenggara ibu kota. Gubernur Pakdasht mengonfirmasi pengaktifan sistem pertahanan dan menyatakan suara ledakan terdengar secara jelas di wilayahnya.
Beberapa lokasi strategis lainnya dilaporkan menjadi sasaran, termasuk Bandara Semnan di wilayah utara Iran, yang berjarak lebih dari 100 mil dari Teheran. Media pemerintah IRIB menyebutkan bahwa bandara tersebut menjadi target serangan udara, didukung informasi dari pejabat manajemen krisis. Dua proyektil juga dilaporkan menghantam wilayah di luar kota Khondab, bagian tengah Iran, sebagaimana dikonfirmasi oleh wakil gubernur Provinsi Markazi. Suara ledakan serupa terdengar di Khorramabad, ibu kota Provinsi Lorestan, wilayah barat-tengah negara.
Meski CNN tidak dapat memverifikasi secara independen sumber serangan atau asal-usulnya, pihak militer AS belum memberikan respons resmi terhadap klaim tersebut. Di sisi lain, juru bicara kementerian luar negeri Iran menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Namun, Presiden Trump menyampaikan melalui media sosial bahwa Iran telah melepaskan seorang warga negara Amerika yang ditahan sejak Desember 2024, yang ia sebut sebagai tanda iktikad baik.
Peristiwa ini terjadi dalam konteks ketegangan meningkat antara kedua negara terkait kontrol atas Selat Hormuz. Kedua pihak saling melancarkan serangan, meski telah ada upaya mediasi oleh Pakistan untuk mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri konflik secara permanen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

