AS Perluas Sanksi Ekonomi ke Iran, China dan Rusia Tolak Ikut
Amerika Serikat memperluas sanksi ekonomi terhadap Iran dengan ancaman konsekuensi berat bagi negara yang tetap bermitra, tetapi China dan Rusia menegaskan tidak akan ikut serta dan menolak sanksi sepihak sebagai bentuk tekanan ilegal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Amerika Serikat kembali memperkuat tekanan ekonomi terhadap Iran dengan mengancam sanksi berat terhadap semua negara yang tetap menjalin kerja sama bisnis, termasuk di sektor keuangan, transportasi, dan pemerintahan. Ancaman ini disampaikan secara langsung oleh Presiden Donald Trump melalui platform media sosial, menekankan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah. Tujuannya adalah memutus akses Iran ke pasar global dan menekan kapasitas ekonominya secara signifikan.
China secara tegas menyatakan tidak akan mematuhi sanksi tersebut, menekankan bahwa kerja sama dengan Iran berjalan sesuai hukum internasional dan tidak dapat diganggu oleh kebijakan unilateral. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa tindakan AS yang mengenakan sanksi sekunder terhadap negara lain dianggap ilegal dan tidak memiliki dasar hukum maupun otorisasi dari Dewan Keamanan PBB. Ia juga memperingatkan dampak potensial dari sanksi tersebut terhadap stabilitas sistem keuangan global.
Rusia menyambut sikap China dan menegaskan kesiapan berkoordinasi dengan Iran serta negara-negara lain yang terdampak. Pihak Moskow menilai kebijakan ekonomi AS sebagai bentuk tekanan ilegal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Piagam PBB. Dalam konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyoroti bahwa serangan militer AS dan Israel terhadap Iran telah menimbulkan gejolak di pasar energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan 33 persen pasokan gas terdampak. Ia menegaskan bahwa Rusia menolak segala bentuk sanksi sepihak yang bersifat koersif dan tidak sah.
Kedua negara besar tersebut menekankan pentingnya menjaga kerja sama lintas negara berdasarkan hukum internasional, bukan kebijakan unilaterali yang merusak keterbukaan ekonomi global. Dengan sikap bersama, China dan Rusia menunjukkan komitmen untuk melindungi hubungan ekonomi strategis dengan Iran meski menghadapi tekanan dari blok Barat. Tujuan utama mereka adalah mencegah penggunaan alat ekonomi sebagai alat politik yang merusak stabilitas global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

