AS Perluas Tekanan Ekonomi ke Iran Melalui Koordinasi Global
Menteri Keuangan AS mengungkapkan aksi koordinasi internasional untuk membatasi akses ekonomi Iran, termasuk pembatasan penerbangan dan perbankan, dengan hasil nyata di sejumlah negara Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Amerika Serikat memperkuat upaya isolasi ekonomi terhadap Iran melalui serangkaian misi diplomatik yang dilakukan oleh tim khusus di bawah arahan Menteri Keuangan Scott Bessent. Dalam pernyataan terbaru, Bessent menyebut bahwa delegasi telah dikirim ke berbagai negara untuk mendorong tindakan kolektif terhadap rezim Teheran, dengan fokus pada pembatasan sektor penerbangan dan keuangan. Upaya ini, menurutnya, telah menunjukkan dampak nyata dalam beberapa bulan terakhir.
Beberapa negara kunci telah merespons, termasuk Turki dan Oman yang menghentikan penerbangan dari Mahan Air, maskapai swasta Iran yang aktif di jalur internasional. Uni Emirat Arab juga ikut serta dengan menutup semua rute penerbangan dari Iran, termasuk dari Dubai—pusat logistik dan ekonomi utama yang menjadi tujuan favorit bagi perusahaan dan pejabat Iran. Keputusan ini didukung oleh pembatasan perbankan yang diterapkan oleh bank sentral UEA terhadap Bank Melli Iran atas dugaan pelanggaran terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Turki juga turut serta dengan mencabut izin operasional Bank Mellat Iran, entitas keuangan semi-swasta yang telah lama menjadi sasaran sanksi Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi yang disebut Bessent sebagai "Hari-H ekonomi" terhadap Iran, yang didukung oleh perjalanan diplomatik Jonathan Burke, asisten sekretaris Departemen Keuangan AS untuk pendanaan terorisme, yang menyusuri Timur Tengah dan Eropa selama dua minggu. Departemen Keuangan AS melaporkan telah berdialog dengan lebih dari 50 negara untuk memperluas koordinasi ini.
Meski demikian, upaya AS belum sepenuhnya efektif. Maskapai kecil seperti Ashianeh—yang tidak menjalankan penerbangan komersial terjadwal dan tidak terdaftar dalam sanksi AS atau Uni Eropa—terus digunakan untuk penerbangan VIP pemerintah Iran. Maskapai ini, yang beroperasi secara eksklusif untuk misi pemerintah, menjadi bukti tantangan dalam menutup seluruh akses transportasi udara Iran. Informasi dari situs Plane Spotters menunjukkan bahwa Ashianeh, meski kurang dikenal secara global, telah menjadi alat penting dalam mobilitas pejabat tinggi Iran, khususnya saat pejabat tersebut melakukan perjalanan internasional ke China, yang menolak menaikkan tekanan ekonomi dari AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Rupiah melemah 0,53% ke posisi Rp17.965 per dolar AS, menyusut mendekati ambang psikologis Rp18.000 akibat kekuatan dolar global dan kenaikan suku bunga The Fed.
28 September 2026

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Kabar rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dibantah secara resmi oleh pihak bank, yang menegaskan informasi tersebut tidak benar.
28 September 2026

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Komisi XI DPR menekankan perlunya kebijakan BI yang konsisten memperkuat rupiah sesuai kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar menjaga stabilitas melalui pelemahan bertahap.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Strategi Intervensi Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

