AS Siap Bantu Nepal Pasca Banjir Bandang 359 Tewas
Presiden AS menegaskan negaranya siap memberikan bantuan penuh pasca bencana banjir bandang di Nepal yang menewaskan 359 orang dan membuat hampir seribu orang hilang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat menyatakan komitmen penuh AS dalam menyalurkan bantuan kepada Nepal pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Himalaya pada Kamis (27/8). Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa seluruh sumber daya dan dukungan yang diperlukan akan disediakan untuk menopang upaya penanganan darurat dan pemulihan.
Bencana tersebut telah menelan korban jiwa hingga 359 orang, sementara sekitar 1.000 lainnya masih belum ditemukan. Dari jumlah itu, diperkirakan sekitar 540 korban adalah warga asing, menunjukkan dampak luas yang dirasakan lintas negara. Kondisi darurat di wilayah terdampak terus memburuk akibat akses yang terputus dan kerusakan infrastruktur parah.
Trump juga menyampaikan bahwa sekitar 50 hingga 60 warga negara AS diperkirakan berada di area yang terkena dampak, tetapi keberadaannya hingga saat ini belum dapat dipastikan. Pemerintah AS kini mempercepat upaya pemantauan dan koordinasi dengan lembaga kemanusiaan serta pemerintah Nepal untuk menemukan dan mengevakuasi warganya.
Langkah ini menunjukkan respons cepat dan komprehensif dari pemerintahan AS terhadap krisis kemanusiaan di kawasan rawan bencana. Tujuan utamanya adalah memastikan keselamatan korban, mempercepat pencarian, serta mendukung pemulihan jangka panjang di wilayah yang hancur oleh bencana alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

