Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ASEAN Aktifkan Peringatan Asap Lintas Batas Level 3

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN naikkan status peringatan asap lintas batas ke level tertinggi akibat kabut pekat dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra yang meluas ke Malaysia dan Singapura.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
ASEAN Aktifkan Peringatan Asap Lintas Batas Level 3📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) mengumumkan peningkatan status peringatan kabut asap lintas batas menjadi Level 3, tingkat tertinggi, untuk wilayah ASEAN bagian selatan. Keputusan ini diambil menyusul penyebaran kabut asap yang terus memburuk akibat kondisi kering yang berkepanjangan dan aktivitas kebakaran hutan serta lahan di wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan dan Sumatra. Peringatan ini menandai kegawatdaruratan yang memerlukan respons cepat dari negara-negara terdampak.

Pantauan terbaru menunjukkan kepadatan asap sedang hingga pekat mendominasi wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, serta sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dan Selatan. Asap yang berasal dari titik panas di Kalimantan Barat bergerak ke utara menuju Sarawak bagian barat, memicu peningkatan konsentrasi polutan di stasiun pemantauan udara di sejumlah wilayah tersebut. Kualitas udara di beberapa titik bahkan mencapai kategori tidak sehat hingga berbahaya, menimbulkan risiko kesehatan serius bagi masyarakat.

Di Malaysia, otoritas setempat telah mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis. Meskipun kondisi mulai membaik, para ahli menilai perbaikan tersebut belum menjamin kestabilan jangka panjang. Prof Dr Jamal Hisham Hashim, Ketua Malaysian Environmental Health Practitioners Association, menekankan pentingnya langkah pencegahan seperti menutup jendela, menggunakan filter HEPA, dan mengenakan masker N95 saat berkegiatan di luar ruangan.

Ia menyoroti bahwa sumber utama kabut asap berasal dari luar negeri, khususnya dari wilayah Kalimantan dan Sumatra, yang terbawa angin ke Malaysia dan Singapura. “Tanpa penanganan tuntas terhadap sumber asap lintas batas, kondisi ini tidak akan mereda,” tegasnya. Ia juga memperingatkan bahwa upaya kooperatif regional hanya efektif setelah kebakaran terjadi, tetapi minim dampak dalam pencegahan dini. Dengan adanya sinyal El Nino yang diperkirakan memperparah kekeringan, diperlukan pendekatan strategis jangka panjang untuk mengatasi akar permasalahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya