Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aset Keuangan Syariah RI Capai Rp3,131 Triliun, Perkuat Posisi di Asia Tenggara

Aset keuangan syariah Indonesia tembus Rp3,131 triliun, menempatkan negara di empat besar global bersama Malaysia, UAE, Arab Saudi, dan Bahrain.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Aset Keuangan Syariah RI Capai Rp3,131 Triliun, Perkuat Posisi di Asia Tenggara📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aset keuangan syariah di Indonesia telah mencapai angka Rp3,131 triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan yang menempatkan negara ini sebagai salah satu pemimpin dalam sektor keuangan berbasis syariah di kawasan Asia Tenggara. Angka ini mencerminkan daya tarik sistem ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah, yang kini menjadi bagian integral dari transformasi ekonomi nasional. Pertumbuhan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong inklusi keuangan berbasis nilai-nilai Islam secara berkelanjutan.

Dalam forum diskusi nasional, pejabat tinggi pemerintah menyebut bahwa Indonesia kini berada di posisi empat besar dunia dalam pengembangan aset syariah, bersanding dengan Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain. Kehadiran sistem keuangan syariah yang terus berkembang turut mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sertifikasi halal juga terus diperluas, dengan jumlah sertifikat yang telah diterbitkan mencapai 4,4 juta, menjangkau 3,47 juta pelaku usaha dan 14,68 juta produk. Hingga kini, 39 negara telah menjalin kerja sama pengakuan mutual terhadap produk halal Indonesia. Meski akses sertifikasi diberikan secara gratis, tantangan masih muncul terkait kapasitas pelaku usaha dalam melaporkan secara mandiri (self-reporting), yang menjadi fokus perbaikan ke depan.

Penyaluran pembiayaan melalui perbankan syariah telah mencapai Rp643,5 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 9,92 persen tahunan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah telah menjangkau 88.613 debitur baru, dengan akumulasi total mencapai 1,61 juta debitur. Di sisi lain, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion, sementara proyeksi belanja konsumen muslim global diperkirakan naik dari Rp2,6 triliun pada 2024 menjadi Rp3,56 triliun pada 2029.

Penguatan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, tata kelola yang efisien, serta sinergi antara UMKM dan industri keuangan syariah menjadi kunci utama untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini. Dengan fondasi yang kuat dan arahan strategis, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi syariah terbesar di dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya