Aset Keuangan Syariah RI Capai Rp3,131 Triliun, Perkuat Posisi di Asia Tenggara
Aset keuangan syariah Indonesia tembus Rp3,131 triliun, menempatkan negara di empat besar global bersama Malaysia, UAE, Arab Saudi, dan Bahrain.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aset keuangan syariah di Indonesia telah mencapai angka Rp3,131 triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan yang menempatkan negara ini sebagai salah satu pemimpin dalam sektor keuangan berbasis syariah di kawasan Asia Tenggara. Angka ini mencerminkan daya tarik sistem ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah, yang kini menjadi bagian integral dari transformasi ekonomi nasional. Pertumbuhan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong inklusi keuangan berbasis nilai-nilai Islam secara berkelanjutan.
Dalam forum diskusi nasional, pejabat tinggi pemerintah menyebut bahwa Indonesia kini berada di posisi empat besar dunia dalam pengembangan aset syariah, bersanding dengan Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain. Kehadiran sistem keuangan syariah yang terus berkembang turut mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sertifikasi halal juga terus diperluas, dengan jumlah sertifikat yang telah diterbitkan mencapai 4,4 juta, menjangkau 3,47 juta pelaku usaha dan 14,68 juta produk. Hingga kini, 39 negara telah menjalin kerja sama pengakuan mutual terhadap produk halal Indonesia. Meski akses sertifikasi diberikan secara gratis, tantangan masih muncul terkait kapasitas pelaku usaha dalam melaporkan secara mandiri (self-reporting), yang menjadi fokus perbaikan ke depan.
Penyaluran pembiayaan melalui perbankan syariah telah mencapai Rp643,5 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 9,92 persen tahunan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah telah menjangkau 88.613 debitur baru, dengan akumulasi total mencapai 1,61 juta debitur. Di sisi lain, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion, sementara proyeksi belanja konsumen muslim global diperkirakan naik dari Rp2,6 triliun pada 2024 menjadi Rp3,56 triliun pada 2029.
Penguatan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, tata kelola yang efisien, serta sinergi antara UMKM dan industri keuangan syariah menjadi kunci utama untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini. Dengan fondasi yang kuat dan arahan strategis, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi syariah terbesar di dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


