Asing Borong Saham Perbankan dan Tambang di Tengah Penguatan IHSG
Investor asing mencatatkan beli bersih Rp4,67 triliun, dominan pada saham perbankan dan tambang, saat IHSG naik 1,01% ke level 6.686,44 pada Selasa (8/9/2026).
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.34 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 1,01% pada penutupan perdagangan Selasa, 8 September 2026, mencapai level 6.686,44, setelah sebelumnya mengalami koreksi 0,25%. Penguatan ini terjadi secara merata di seluruh sektor, dengan sektor bahan baku menjadi pemimpin kenaikan dengan kenaikan 2,21%. Pergerakan positif ini didukung oleh aktivitas beli bersih asing yang mencapai Rp4,67 triliun, melebihi penjualan asing sebesar Rp4,27 triliun, sehingga mencatatkan net foreign buy sebesar Rp398,12 miliar secara keseluruhan pasar.
Dari total beli bersih tersebut, sektor perbankan menjadi pendorong utama penguatan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan aksi beli bersih terbesar, mencapai Rp269,69 miliar, dan berkontribusi langsung sebesar 11,73 poin terhadap kenaikan IHSG. Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp166,03 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang juga menjadi target utama asing dengan beli bersih Rp118,98 miliar. Ketiga emiten ini menjadi penopang utama kenaikan pasar, baik dari sisi kapitalisasi maupun sentimen investor.
Sementara itu, delapan saham lainnya dalam daftar 10 besar net foreign buy turut menunjukkan minat kuat dari investor asing, antara lain Triputra Agro Persada (TAPG), Merdeka Copper Gold (MDKA), Energi Mega Persada (ENRG), Indofood CBP (ICBP), Sinergi Inti Andalan Prima (INET), Indika Energy (INDY), dan Merdeka Battery Materials (MBMA). Kenaikan harga saham-saham ini tercermin dari dominasi sektor energi, pertambangan, dan konsumsi dalam pergerakan pasar.
Penguatan IHSG dan dominasi beli asing pada emiten sektor keuangan dan sumber daya alam menunjukkan kembali kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia, terutama di tengah kinerja perusahaan yang stabil dan prospek pertumbuhan jangka menengah yang positif. Pergerakan ini juga mencerminkan kembali preferensi asing terhadap saham blue chip dan emiten dengan fundamental kuat, khususnya di sektor strategis seperti perbankan dan pertambangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

