Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Borong Saham Perbankan dan Tambang di Tengah Penguatan IHSG

Investor asing mencatatkan beli bersih Rp4,67 triliun, dominan pada saham perbankan dan tambang, saat IHSG naik 1,01% ke level 6.686,44 pada Selasa (8/9/2026).

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.34 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 10x dibuka
Asing Borong Saham Perbankan dan Tambang di Tengah Penguatan IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 1,01% pada penutupan perdagangan Selasa, 8 September 2026, mencapai level 6.686,44, setelah sebelumnya mengalami koreksi 0,25%. Penguatan ini terjadi secara merata di seluruh sektor, dengan sektor bahan baku menjadi pemimpin kenaikan dengan kenaikan 2,21%. Pergerakan positif ini didukung oleh aktivitas beli bersih asing yang mencapai Rp4,67 triliun, melebihi penjualan asing sebesar Rp4,27 triliun, sehingga mencatatkan net foreign buy sebesar Rp398,12 miliar secara keseluruhan pasar.

Dari total beli bersih tersebut, sektor perbankan menjadi pendorong utama penguatan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan aksi beli bersih terbesar, mencapai Rp269,69 miliar, dan berkontribusi langsung sebesar 11,73 poin terhadap kenaikan IHSG. Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp166,03 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang juga menjadi target utama asing dengan beli bersih Rp118,98 miliar. Ketiga emiten ini menjadi penopang utama kenaikan pasar, baik dari sisi kapitalisasi maupun sentimen investor.

Sementara itu, delapan saham lainnya dalam daftar 10 besar net foreign buy turut menunjukkan minat kuat dari investor asing, antara lain Triputra Agro Persada (TAPG), Merdeka Copper Gold (MDKA), Energi Mega Persada (ENRG), Indofood CBP (ICBP), Sinergi Inti Andalan Prima (INET), Indika Energy (INDY), dan Merdeka Battery Materials (MBMA). Kenaikan harga saham-saham ini tercermin dari dominasi sektor energi, pertambangan, dan konsumsi dalam pergerakan pasar.

Penguatan IHSG dan dominasi beli asing pada emiten sektor keuangan dan sumber daya alam menunjukkan kembali kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia, terutama di tengah kinerja perusahaan yang stabil dan prospek pertumbuhan jangka menengah yang positif. Pergerakan ini juga mencerminkan kembali preferensi asing terhadap saham blue chip dan emiten dengan fundamental kuat, khususnya di sektor strategis seperti perbankan dan pertambangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya