Asing Jual Bersih, 10 Saham Ini Tekan IHSG
IHSG turun tipis 0,12% ke 6.678,20 karena asing melakukan penjualan bersih besar di 10 saham utama, termasuk BULL, BUMI, dan ISAT.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.35 WITA·👁 5 orang membaca· 5 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan ringan pada perdagangan Rabu, 9 September 2026, menutup sesi kedua di level 6.678,20, merosot 0,12% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan ini didorong oleh aksi jual bersih yang signifikan dari investor asing, khususnya pada sejumlah emiten unggulan di sektor pertambangan, teknologi, dan properti. Dari total 800 saham yang diperdagangkan, sebanyak 317 melemah, sementara 308 menguat dan 169 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual.
Volume perdagangan mencapai 34,51 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,17 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp16,17 triliun. Di tengah kenaikan indeks kemarin, asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp438,87 miliar di pasar reguler dan total Rp621,40 miliar secara keseluruhan, termasuk penjualan di pasar tunai dan negosiasi. Sementara itu, pembelian bersih asing di pasar negosiasi dan tunai mencapai Rp182,53 miliar, menunjukkan aktivitas yang terbagi antara jual dan beli.
Dari data yang dirilis, sepuluh emiten yang paling banyak dilego oleh asing adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA), dan PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI). Kenaikan volume jual pada saham-saham tersebut menjadi faktor utama penekanan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Aksi jual asing yang terkonsentrasi pada sejumlah emiten besar mencerminkan kehati-hatian terhadap volatilitas pasar global dan kenaikan suku bunga yang berpotensi memengaruhi arus modal. Meski IHSG tetap berada dalam rentang konsolidasi, tekanan dari aksi profit taking oleh investor asing tetap menjadi perhatian utama. Pemantauan terhadap pergerakan saham-saham unggulan ini akan menjadi indikator penting bagi arah pergerakan pasar selanjutnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


