Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih, 10 Saham Ini Tekan IHSG

IHSG turun tipis 0,12% ke 6.678,20 karena asing melakukan penjualan bersih besar di 10 saham utama, termasuk BULL, BUMI, dan ISAT.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.35 WITA·👁 5 orang membaca· 5 hari ini · 9x dibuka
Asing Jual Bersih, 10 Saham Ini Tekan IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan ringan pada perdagangan Rabu, 9 September 2026, menutup sesi kedua di level 6.678,20, merosot 0,12% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan ini didorong oleh aksi jual bersih yang signifikan dari investor asing, khususnya pada sejumlah emiten unggulan di sektor pertambangan, teknologi, dan properti. Dari total 800 saham yang diperdagangkan, sebanyak 317 melemah, sementara 308 menguat dan 169 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual.

Volume perdagangan mencapai 34,51 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,17 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp16,17 triliun. Di tengah kenaikan indeks kemarin, asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp438,87 miliar di pasar reguler dan total Rp621,40 miliar secara keseluruhan, termasuk penjualan di pasar tunai dan negosiasi. Sementara itu, pembelian bersih asing di pasar negosiasi dan tunai mencapai Rp182,53 miliar, menunjukkan aktivitas yang terbagi antara jual dan beli.

Dari data yang dirilis, sepuluh emiten yang paling banyak dilego oleh asing adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA), dan PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI). Kenaikan volume jual pada saham-saham tersebut menjadi faktor utama penekanan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Aksi jual asing yang terkonsentrasi pada sejumlah emiten besar mencerminkan kehati-hatian terhadap volatilitas pasar global dan kenaikan suku bunga yang berpotensi memengaruhi arus modal. Meski IHSG tetap berada dalam rentang konsolidasi, tekanan dari aksi profit taking oleh investor asing tetap menjadi perhatian utama. Pemantauan terhadap pergerakan saham-saham unggulan ini akan menjadi indikator penting bagi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya