Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp1,13 Triliun, 10 Saham Ini Jadi Target Penurunan

Investor asing mencatat penjualan bersih besar di pasar modal, menekan IHSG turun 1,51% pada akhir perdagangan Senin (28/9/2026), dengan 10 saham utama menjadi fokus penjualan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Asing Jual Bersih Rp1,13 Triliun, 10 Saham Ini Jadi Target Penurunan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada akhir pekan perdagangan bulan September, turun 94 poin atau 1,51% ke posisi 6.147,86. Gerakan negatif ini terjadi setelah sejumlah saham unggulan mengalami tekanan jual berat dari investor asing, yang mencatatkan penjualan bersih senilai Rp1,13 triliun dalam satu hari. Volume perdagangan terpantau rendah, hanya mencapai Rp12,58 triliun dengan 37,37 miliar saham diperdagangkan dalam 1,66 juta transaksi, menunjukkan minat pasar yang cenderung hati-hati.

Dari total 532 saham yang melemah, sejumlah emiten sektor keuangan, pertambangan, dan infrastruktur menjadi sorotan utama. Dalam catatan perdagangan, saham PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp241,50 miliar. Disusul oleh PT Telkom Indonesia (TLKM) dengan penjualan bersih Rp121,68 miliar, serta PT Timah Tbk. (TINS) yang tercatat sebagai target penjualan sebesar Rp41,15 miliar.

Sektor pertambangan dan energi turut terdampak, dengan PT Aneka Tambang (ANTM), PT Merdeka Copper Gold (MDKA), dan PT Vale Indonesia (INCO) masing-masing mencatat penjualan bersih di atas Rp20 miliar. Sementara itu, emiten konstruksi seperti PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) dan PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) juga mengalami penjualan bersih cukup tinggi, masing-masing Rp15,64 miliar dan Rp15,60 miliar. Dari sisi industri, PT Astra International (ASII) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menutup posisi dengan penjualan bersih Rp13,75 miliar dan Rp12,65 miliar.

Peningkatan aksi jual asing di sejumlah saham utama menjadi faktor dominan terhadap koreksi IHSG. Penjualan bersih yang besar di pasar reguler dan negosiasi mencerminkan ketidakpastian pasar yang berdampak pada sentimen investor. Meskipun tidak ada perubahan fundamental besar yang dilaporkan, kinerja emiten dan arus modal asing tetap menjadi penentu utama pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya