BI Pilih Keseimbangan Antara Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia menekankan keseimbangan antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter yang hati-hati dan terukur.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam menetapkan kebijakan moneter, di mana stabilitas nilai tukar rupiah harus dipertahankan tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kebijakan yang diambil tidak bisa diambil secara sepihak, melainkan harus mempertimbangkan dampak jangka pendek dan panjang terhadap sektor riil. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, ia menyampaikan bahwa setiap keputusan moneter dianalisis secara mendalam melalui berbagai skenario, termasuk analisis tekanan eksternal dan implikasi terhadap pertumbuhan.
Inflasi menjadi acuan utama dalam pengambilan kebijakan, karena dianggap sebagai ancaman serius terhadap daya beli masyarakat dan kinerja sektor produktif. Destry menjelaskan bahwa inflasi yang tinggi dapat menaikkan biaya modal, menekan konsumsi, dan menghambat ekspansi bisnis. Namun, ia menekankan bahwa inflasi di Indonesia saat ini masih dalam kendali, dengan inflasi inti berada di level sekitar 2 persen—menunjukkan tekanan permintaan yang terkendali—sementara inflasi umum mencapai 3,19 persen, didorong terutama oleh fluktuasi harga pangan.
Di tengah kenaikan inflasi global yang dipicu oleh gejolak geopolitik dan kenaikan harga minyak, Bank Indonesia memilih tidak menaikkan suku bunga secara drastis. Meskipun The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026, BI tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5,75 persen. Hasil assessment Agustus menunjukkan bahwa kenaikan 25 basis poin berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1 poin persentase, dari 5,4 persen menjadi 5,3 persen dalam kondisi ceteris paribus.
Untuk menghindari dampak negatif terhadap pertumbuhan, BI memilih pendekatan berbauran yang lebih selektif. Kebijakan tidak hanya mengandalkan suku bunga, tetapi juga melibatkan insentif bagi sektor prioritas, pendalaman pasar uang, serta sinergi kuat dengan lembaga terkait melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Tujuannya adalah menciptakan stabilitas tanpa menekan aktivitas ekonomi, sejalan dengan amanat tambahan yang diberikan oleh pemerintah dan DPR RI.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

170 Bidang Tanah di Ngawi Ditetapkan untuk Pemanfaatan Berkelanjutan
Sebanyak 170 bidang tanah di Desa Dampit, Ngawi, resmi mendapatkan kepastian pemanfaatan melalui perjanjian hak pengelolaan, mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
29 September 2026

Samsat Keliling Beroperasi di 14 Titik Jadetabek
Polda Metro Jaya hadirkan layanan Samsat Keliling di 14 lokasi di wilayah Jadetabek untuk memudahkan wajib pajak membayar PKB secara langsung.
29 September 2026

Insentif Fiskal untuk TPT Harus Dijaga Konsistensi dan Efektivitasnya
Pemerintah sedang mengkaji insentif fiskal untuk industri tekstil dan produk tekstil, namun Apindo menekankan perlunya desain kebijakan yang tepat, akses mudah, dan dukungan menyeluruh agar daya saing industri meningkat secara berkelanjutan.
29 September 2026

Bunga Kredit Tertahan, DPR Soroti Praktik Special Rate
DPR menyoroti persistensi praktik special rate yang menghambat penurunan suku bunga kredit, terutama bagi UMKM, meski likuiditas perbankan cukup.
29 September 2026
Berita Lainnya

Museum Bing Slamet Dibangun untuk Wariskan Warisan Seni
Selasa, 29 September 2026, 09.30 WITA

Evakuasi Hiu Paus di Wakatobi dan Permohonan Maaf Gibran
Selasa, 29 September 2026, 09.29 WITA

Aktivitas Fisik Sesuai Usia Dongkrak Tumbuh Kembang Anak
Selasa, 29 September 2026, 09.20 WITA

Cedera Hamstring pada Atlet: Penyebab, Pencegahan, dan Langkah Pemulihan
Selasa, 29 September 2026, 09.19 WITA

Pemerintah Percepat Uji Coba MLFF untuk Transaksi Tol Nirsentuh
Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA

Proses Balik Nama dan Mutasi Sepeda Motor Wajib Dilakukan
Selasa, 29 September 2026, 09.14 WITA

OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Lebih Cepat dan Hemat Biaya
Selasa, 29 September 2026, 09.11 WITA

Netanyahu Siapkan Tuntutan ke ICC atas Erdogan
Selasa, 29 September 2026, 09.06 WITA

