Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp1,31 T di Sesi Pertama

Investor asing mencatatkan net sell Rp1,31 triliun pada sesi perdagangan pertama, didorong aksi penjualan di sektor perbankan meski ada pembelian bersih di emiten tambang dan infrastruktur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Jual Bersih Rp1,31 T di Sesi Pertama📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada sesi pertama perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (10/9/2026), aliran modal asing menunjukkan tekanan jual bersih sebesar Rp1,31 triliun. Data yang dirilis oleh Stockbit Sekuritas mencatatkan nilai pembelian asing mencapai Rp2,71 triliun, sementara penjualan mencapai Rp4,02 triliun, menghasilkan selisih jual bersih yang signifikan. Pergerakan ini terjadi pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi ringan sebesar 0,14% ke posisi 6.668,52, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.712,50.

Di tengah tekanan jual, beberapa emiten tambang dan infrastruktur menjadi pilihan asing untuk dibeli secara bersih. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai net buy sebesar Rp177,57 miliar. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul dengan pembelian bersih Rp134,80 miliar, diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan Rp97,24 miliar. Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan emiten energi lainnya juga mendapatkan dukungan pembelian dari investor asing.

Sebaliknya, sektor perbankan menjadi fokus pelepasan asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas dengan net sell sebesar Rp276,20 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan penjualan bersih Rp116,19 miliar. PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT AMMAN Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mengalami penjualan bersih masing-masing Rp76,47 miliar dan Rp36,17 miliar. Selain itu, saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Chandra NCKL, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga tercatat mengalami aksi jual bersih dari investor asing.

Aksi jual bersih yang terjadi pada sesi pertama menunjukkan kembali ketidakpastian di pasar, terutama di sektor keuangan yang menjadi sentimen utama. Namun, keberlanjutan pembelian di sektor tambang dan energi menunjukkan adanya ketertarikan terhadap aset real dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Pergerakan IHSG yang bergerak di zona negatif menandakan tekanan pendek, tetapi belum menunjukkan tren penurunan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya