Asing Jual Bersih Rp1,31 T di Sesi Pertama
Investor asing mencatatkan net sell Rp1,31 triliun pada sesi perdagangan pertama, didorong aksi penjualan di sektor perbankan meski ada pembelian bersih di emiten tambang dan infrastruktur.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada sesi pertama perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (10/9/2026), aliran modal asing menunjukkan tekanan jual bersih sebesar Rp1,31 triliun. Data yang dirilis oleh Stockbit Sekuritas mencatatkan nilai pembelian asing mencapai Rp2,71 triliun, sementara penjualan mencapai Rp4,02 triliun, menghasilkan selisih jual bersih yang signifikan. Pergerakan ini terjadi pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi ringan sebesar 0,14% ke posisi 6.668,52, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.712,50.
Di tengah tekanan jual, beberapa emiten tambang dan infrastruktur menjadi pilihan asing untuk dibeli secara bersih. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai net buy sebesar Rp177,57 miliar. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul dengan pembelian bersih Rp134,80 miliar, diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan Rp97,24 miliar. Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan emiten energi lainnya juga mendapatkan dukungan pembelian dari investor asing.
Sebaliknya, sektor perbankan menjadi fokus pelepasan asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas dengan net sell sebesar Rp276,20 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan penjualan bersih Rp116,19 miliar. PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT AMMAN Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mengalami penjualan bersih masing-masing Rp76,47 miliar dan Rp36,17 miliar. Selain itu, saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Chandra NCKL, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga tercatat mengalami aksi jual bersih dari investor asing.
Aksi jual bersih yang terjadi pada sesi pertama menunjukkan kembali ketidakpastian di pasar, terutama di sektor keuangan yang menjadi sentimen utama. Namun, keberlanjutan pembelian di sektor tambang dan energi menunjukkan adanya ketertarikan terhadap aset real dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Pergerakan IHSG yang bergerak di zona negatif menandakan tekanan pendek, tetapi belum menunjukkan tren penurunan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


