Asing Jual Bersih Rp62,53 Miliar, IHSG Terkoreksi di Sesi I
Indeks saham turun 0,42% ke level 5.911,46 akibat aksi jual asing dan tekanan geopolitik Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (13/10/2026), menutup sesi di posisi 5.911,46, turun 24,68 poin dari penutupan sebelumnya. Pergerakan indeks sempat terpuruk hingga ke level 5.828,68 sekitar pukul 09.30 WIB, merosot lebih dari 1,7% sebelum memperbaiki posisi hingga menyentuh puncak sesi di 5.927,13. Total nilai transaksi pasar mencapai Rp5,608 triliun dengan volume perdagangan 217,03 juta lot.
Pelemahan pasar dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah pasca-serangan rudal dan drone kelompok Houthi terhadap Arab Saudi pada Minggu (12/10/2026). Serangan tersebut menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, sementara Bandara Internasional Riyadh masih ditutup. Ketegangan meningkatkan harga minyak dunia, dengan Brent naik 1,8% ke US$106,65 per barel dan WTI melonjak 2% ke US$93,74, sejalan dengan penguatan indeks dolar AS.
Sentimen global tersebut diperparah oleh kekhawatiran pasar terhadap status Indonesia di indeks MSCI. Analis Phintraco Sekuritas menyebut investor masih mengkhawatirkan risiko penurunan status dari emerging market ke frontier market, serta penundaan pencabutan pembekuan perubahan indeks yang diperkirakan baru terealisasi pada semester dua 2027. Isu ini menjadi faktor utama di balik ketidakpastian pasar.
Dalam sesi I, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp62,53 miliar di seluruh pasar. Nilai transaksi asing mencapai Rp3,78 triliun, dengan pembelian Rp1,86 triliun dan penjualan Rp1,92 triliun. Jual besar terjadi pada emiten perbankan dan telekomunikasi, seperti Bank Mandiri (BMRI) dengan penjualan bersih Rp91,03 miliar, Telkom (TLKM) Rp51,56 miliar, dan BRI (BBRI) Rp49,95 miliar. Sektor energi dan tambang juga mengalami tekanan, termasuk GoTo (GOTO), Aneka Tambang (ANTM), dan Indo Tambangraya Megah (ITMG).
Di sisi lain, investor asing memperkuat posisi di sektor komoditas. Timah (TINS) menjadi saham paling banyak dibeli asing dengan nilai bersih Rp26,05 miliar, disusul Bumi Resources (BUMI) Rp24,00 miliar. Pembelian juga tercatat pada Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Rp20,22 miliar, Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp17,96 miliar, dan Sinergi Inti Andalan Prima (SINI) Rp15,39 miliar. Pergerakan ini mencerminkan preferensi asing terhadap saham dengan eksposur logam dan sumber daya alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sistem Cerdas Pantau Transaksi CPO, Pajak Tak Lagi Terlewat
Pemerintah mengungkapkan telah melengkapi sistem pemantauan pajak CPO dengan teknologi kecerdasan buatan dan big data untuk melacak transaksi secara real time.
13 Oktober 2026

AI Dorong Revolusi Pengawasan Pajak di Indonesia
Kecerdasan buatan kini menjadi alat utama dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi pengawasan kepatuhan pajak secara proaktif.
13 Oktober 2026

Sistem Digital Awasi Kekayaan Keluarga Kaya Raya
DJP sedang mengembangkan dashboard terintegrasi berbasis kecerdasan buatan untuk memantau real-time kekayaan individu dan keluarga miliarder melalui aset dan aktivitas korporasi mereka.
13 Oktober 2026

AI Percepat Transformasi Ekonomi Global, Tapi Ancam Kesenjangan
IMF memperingatkan risiko kesenjangan ekonomi akibat ketimpangan akses AI, meski teknologi ini berpotensi tingkatkan pertumbuhan global hingga 0,5% per tahun.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Cook Kunjungi China, Tekankan Komitmen Rantai Pasok dan Inovasi
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.33 WITA

Nadella Soroti Kebutuhan Rem Darurat untuk AI Canggih
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Wilayah Sulawesi Tenggara Waspadai Kekeringan Akhir Oktober
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh Pertama
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Pemerintah Rancang Peta Bahan Baku Bioetanol Nasional
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Buruh Siap Gelar Aksi Serentak Dorong Kenaikan Upah 2027
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Pemerintah Tuntaskan Ketergantungan Impor Bensin Lewat Etanol Lokal
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

Demo Kecoa Tuntut Mundurnya Ketua KPU India
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

