Asing Kompak Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Turun
Investor asing catatkan pembelian bersih signifikan pada 10 emiten utama meski indeks turun tipis, menunjukkan optimisme di tengah volatilitas pasar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.31 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan ringan pada perdagangan Rabu (9/9/2026), berakhir di level 6.678,20 setelah gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya. Penurunan sebesar 0,12% terjadi meski volume perdagangan mencapai 34,51 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp16,17 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 308 menguat, 317 melemah, dan 169 stagnan, menunjukkan tekanan jual yang sedikit lebih dominan dibandingkan beli.
Dalam kondisi pasar yang cenderung lesu, investor asing menunjukkan aktivitas beli yang konsisten di sejumlah emiten unggulan. Secara keseluruhan, asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp438,87 miliar di pasar reguler dan Rp182,53 miliar di pasar negosiasi serta tunai, meski secara keseluruhan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp621,40 miliar di pasar reguler. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran strategi, di mana beli terfokus pada sejumlah saham tertentu yang dinilai memiliki fundamental kuat.
Saham-saham yang menjadi sorotan utama adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO). Selain emiten perbankan dan tambang, sektor industri seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), serta sektor teknologi dan ritel melalui PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) juga menjadi target pembelian asing. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melengkapi daftar sepuluh emiten dengan pembelian bersih tertinggi.
Pembelian konsisten terhadap saham-saham tersebut menunjukkan keyakinan investor asing terhadap potensi kinerja jangka menengah dari emiten-emiten tersebut, terlepas dari fluktuasi indeks secara keseluruhan. Fokus pada emiten dengan struktur keuangan sehat, pertumbuhan laba stabil, dan potensi dividen menjadi alasan utama di balik keputusan beli tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

