Asing Kompak Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Turun
Investor asing catatkan pembelian bersih signifikan pada 10 emiten utama meski indeks turun tipis, menunjukkan optimisme di tengah volatilitas pasar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.31 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan ringan pada perdagangan Rabu (9/9/2026), berakhir di level 6.678,20 setelah gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya. Penurunan sebesar 0,12% terjadi meski volume perdagangan mencapai 34,51 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp16,17 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 308 menguat, 317 melemah, dan 169 stagnan, menunjukkan tekanan jual yang sedikit lebih dominan dibandingkan beli.
Dalam kondisi pasar yang cenderung lesu, investor asing menunjukkan aktivitas beli yang konsisten di sejumlah emiten unggulan. Secara keseluruhan, asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp438,87 miliar di pasar reguler dan Rp182,53 miliar di pasar negosiasi serta tunai, meski secara keseluruhan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp621,40 miliar di pasar reguler. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran strategi, di mana beli terfokus pada sejumlah saham tertentu yang dinilai memiliki fundamental kuat.
Saham-saham yang menjadi sorotan utama adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO). Selain emiten perbankan dan tambang, sektor industri seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), serta sektor teknologi dan ritel melalui PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) juga menjadi target pembelian asing. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melengkapi daftar sepuluh emiten dengan pembelian bersih tertinggi.
Pembelian konsisten terhadap saham-saham tersebut menunjukkan keyakinan investor asing terhadap potensi kinerja jangka menengah dari emiten-emiten tersebut, terlepas dari fluktuasi indeks secara keseluruhan. Fokus pada emiten dengan struktur keuangan sehat, pertumbuhan laba stabil, dan potensi dividen menjadi alasan utama di balik keputusan beli tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


