IHSG Awal Perdagangan Naik Tipis ke Level 6.688
Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0,15% pada pembukaan perdagangan Kamis, mencapai 6.688,17, didukung oleh kenaikan saham menguat dan volume transaksi mencapai Rp2,14 triliun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.31 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada awal perdagangan Kamis, 10 September 2026, dengan kenaikan sebesar 9,97 poin atau 0,15% ke posisi 6.688,17. Penguatan ini terjadi seiring pergerakan pasar yang menunjukkan kecenderungan stabil dalam lima menit pertama, dengan level tertinggi sementara mencapai 6.702,73 dan terendah 6.684,76. Sebanyak 280 emiten menguat, 142 melemah, serta 255 saham bergerak datar.
Volume perdagangan awal mencapai 3,14 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,14 triliun. Kondisi ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup aktif meski dengan kenaikan yang terbatas. Sentimen pasar dipengaruhi oleh data ekonomi dari China dan Indonesia yang menunjukkan peningkatan permintaan, meskipun pertumbuhan tenaga kerja swasta AS masih terbatas.
Pergerakan pasar global turut memberikan tekanan, terutama karena lonjakan harga minyak mentah. Harga minyak Brent melonjak 3,4% menjadi US$101,21 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 3,3% ke US$96,05 per barel—keduanya mencatat level tertinggi sejak bulan Mei. Kenaikan ini disebabkan oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali meningkat, dengan yield tenor 10 tahun mencapai 4,857%, level tertinggi sejak November 2023. Kenaikan ini dipicu oleh kebijakan Departemen Keuangan AS yang memutuskan membeli kembali surat utang jangka panjang hingga US$6 miliar—tiga kali lipat dari jumlah biasa—yang justru memperkuat tekanan terhadap pasar saham.
Pasar kini menanti rilis data penjualan ritel Indonesia, keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa, serta laporan inflasi produsen dan klaim pengangguran AS. Di dalam negeri, rencana program rekening gratis oleh pemerintah juga menjadi perhatian, karena diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan dan memperluas basis nasabah perbankan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


