Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ATM Bitcoin Kolaps, 9.276 Unit Dihentikan Operasinya

Perusahaan operator ATM Bitcoin Depot resmi tutup operasi setelah ajukan kebangkrutan, imbas tekanan regulasi dan kinerja finansial yang merosot tajam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 162x dibuka
ATM Bitcoin Kolaps, 9.276 Unit Dihentikan Operasinya📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan operator ATM Bitcoin, Bitcoin Depot, menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya setelah mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi keuangan yang tidak berkelanjutan, dengan rencana penjualan aset secara hukum sebagai bagian dari proses likuidasi. Seluruh jaringan ATM yang sebelumnya beroperasi di AS, Kanada, dan Australia kini telah dinonaktifkan secara permanen.

Pada kuartal I-2026, perusahaan mencatatkan pendapatan turun 49% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi bersih mencapai US$9,5 juta, berbalik dari laba US$12,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor juga tergerus hingga 85%, menyusut menjadi US$45 juta. Penurunan drastis ini menjadi dasar utama keputusan untuk menghentikan bisnis secara menyeluruh.

CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, menyebut regulasi yang semakin ketat menjadi pemicu utama kegagalan perusahaan. Beberapa negara bagian menerapkan batasan ketat terhadap transaksi, bahkan melarang operasional ATM kripto secara langsung. Di samping itu, perusahaan menghadapi gugatan hukum dari Jaksa Agung Massachusetts dan Iowa, yang menuding perusahaan turut memfasilitasi aktivitas penipuan kripto. Data industri menunjukkan kerugian akibat penipuan melalui ATM kripto naik 58% dari tahun 2024, mencapai rekor US$389 juta pada 2025.

Proses kebangkrutan mencakup entitas anak perusahaan di Kanada yang ikut dimasukkan ke dalam proses hukum di AS. Sementara itu, operasional di wilayah non-AS akan dihentikan secara bertahap sesuai regulasi lokal masing-masing negara. Meskipun tren adopsi kripto oleh institusi global terus tumbuh, terutama melalui ETF dan kerangka regulasi seperti Clarity Act, bisnis model Bitcoin Depot dinilai sudah tidak relevan di tengah perubahan lingkungan hukum dan pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya