ATM Bitcoin Kolaps, 9.276 Unit Dihentikan Operasinya
Perusahaan operator ATM Bitcoin Depot resmi tutup operasi setelah ajukan kebangkrutan, imbas tekanan regulasi dan kinerja finansial yang merosot tajam.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 162x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan operator ATM Bitcoin, Bitcoin Depot, menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya setelah mengajukan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi keuangan yang tidak berkelanjutan, dengan rencana penjualan aset secara hukum sebagai bagian dari proses likuidasi. Seluruh jaringan ATM yang sebelumnya beroperasi di AS, Kanada, dan Australia kini telah dinonaktifkan secara permanen.
Pada kuartal I-2026, perusahaan mencatatkan pendapatan turun 49% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi bersih mencapai US$9,5 juta, berbalik dari laba US$12,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor juga tergerus hingga 85%, menyusut menjadi US$45 juta. Penurunan drastis ini menjadi dasar utama keputusan untuk menghentikan bisnis secara menyeluruh.
CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, menyebut regulasi yang semakin ketat menjadi pemicu utama kegagalan perusahaan. Beberapa negara bagian menerapkan batasan ketat terhadap transaksi, bahkan melarang operasional ATM kripto secara langsung. Di samping itu, perusahaan menghadapi gugatan hukum dari Jaksa Agung Massachusetts dan Iowa, yang menuding perusahaan turut memfasilitasi aktivitas penipuan kripto. Data industri menunjukkan kerugian akibat penipuan melalui ATM kripto naik 58% dari tahun 2024, mencapai rekor US$389 juta pada 2025.
Proses kebangkrutan mencakup entitas anak perusahaan di Kanada yang ikut dimasukkan ke dalam proses hukum di AS. Sementara itu, operasional di wilayah non-AS akan dihentikan secara bertahap sesuai regulasi lokal masing-masing negara. Meskipun tren adopsi kripto oleh institusi global terus tumbuh, terutama melalui ETF dan kerangka regulasi seperti Clarity Act, bisnis model Bitcoin Depot dinilai sudah tidak relevan di tengah perubahan lingkungan hukum dan pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

