Australia Minta AS-China Sepakati Aturan Global Kendalikan AI
Perdana Menteri Australia mendesak AS dan China untuk berkolaborasi dalam pembentukan kerangka regulasi global demi mengendalikan perkembangan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menekankan urgensi kerja sama internasional dalam mengatur kecerdasan buatan, khususnya antara dua kekuatan teknologi utama dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok. Pernyataan ini disampaikan saat dirinya berkunjung ke markas Apple di Cupertino, California, sebelum menghadiri sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia menilai bahwa tanpa aturan bersama, risiko penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab akan semakin tinggi.
Albanese menyarankan agar kedua negara membentuk kesepakatan serupa dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir tahun 1970, yang berhasil membatasi penyebaran senjata nuklir secara global. Menurutnya, kecerdasan buatan saat ini berada di posisi yang sama pentingnya dengan teknologi senjata nuklir dalam konteks keamanan global. Ia menekankan bahwa manusia harus tetap menjadi pihak yang mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya.
Dalam kesempatan tersebut, Albanese menyatakan bahwa momentum sidang PBB menjadi platform strategis untuk mengajak para pemimpin dunia merumuskan kerangka kerja bersama. Ia menegaskan bahwa kecepatan inovasi AI tidak boleh mengalahkan kebutuhan akan regulasi yang memadai. “Kita tidak bisa hanya menjadi penonton dalam revolusi ini,” ujarnya, menekankan pentingnya tindakan kolektif sebelum teknologi melampaui kontrol.
Seruan ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan global mengenai kecepatan pengembangan AI. Beberapa tokoh teknologi, seperti Dario Amodei dari Anthropic, Sam Altman dari OpenAI, dan Elon Musk dari SpaceX, telah mendukung perlambatan terkoordinasi untuk memastikan keamanan sistem. Namun, respons dari pemimpin AS saat ini berbeda, dengan Presiden Donald Trump menolak ide perlambatan dan justru mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus, yang disebut “AI Force”, untuk melindungi keunggulan industri AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Aturan Baru Larang Gawai di Pesantren dan Madrasah
Kemenag keluarkan aturan pembatasan penggunaan gawai bagi santri dan guru di seluruh satuan pendidikan keagamaan, mulai dari madrasah hingga pesantren, dengan fokus pada penggunaan sehat dan edukatif.
20 September 2026

Honor Magic9 Siap Meluncur dengan Teknologi Kamera Sinematik
Honor akan memperkenalkan seri Magic9 pada 28 September 2026 di Beijing, menawarkan inovasi kamera, performa tinggi, dan baterai besar dengan desain unik.
20 September 2026

Kosongkan Memori HP Tanpa Hilangkannya Foto di Google Photos
Fitur "Kosongkan ruang di perangkat ini" memungkinkan pengguna menghapus salinan foto dan video dari ponsel tanpa kehilangan data yang sudah disimpan di Google Photos.
20 September 2026

Aturan Baru Pembatasan Gawai di Pendidikan Keagamaan
Kemenag keluarkan edaran pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan keagamaan, dengan aturan jelas untuk siswa, guru, dan orang tua.
20 September 2026
Berita Lainnya

AS Setujui Penjualan F-35 ke Arab Saudi, Israel Kecam
Minggu, 20 September 2026, 23.14 WITA

Kartu Pers Wartawan CNN, MS NOW, dan Politico Dicabut di Gedung Putih
Minggu, 20 September 2026, 23.14 WITA
Ratusan Ribu Siswa Gaza Hadapi Tahun Ajaran Baru di Tengah Runtuhnya Infrastruktur Pendidikan
Minggu, 20 September 2026, 23.13 WITA

Polisi Johor Gagalkan Sindikat Narkoba, Tangkap WNI 18 Tahun dengan 25 Kg Barbuk
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Pramono Sosialisasikan Potensi Jakarta di Forum Kota Global
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Gugatan PHPU Gibran soal Syarat Pendidikan Dihadapi dengan Siap
Minggu, 20 September 2026, 23.12 WITA

Sidang Koridor Hukum, Roy Suryo dan Dokter Tifa Seharusnya Bebas
Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA

Nissan Siap Luncurkan Skyline Generasi ke-14 Tahun 2026
Minggu, 20 September 2026, 23.11 WITA

