Autopsy: Dead Body Can Talk Ungkap Perjalanan Dokter Forensik Perempuan
Film terbaru berdasarkan kisah nyata dokter forensik Polri, Sumy Hastry Purwanti, menggambarkan perjuangan ilmiah dan moral dalam mengungkap misteri kematian.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Film Autopsy: Dead Body Can Talk mengangkat kisah inspiratif dr. Sumy Hastry Purwanti, perempuan pertama di Asia yang meraih gelar doktor forensik sekaligus perwira tinggi Polri. Dalam film yang dibintangi Masayu Anastasia, narasi menggambarkan perjalanan profesionalnya yang penuh tantangan, mulai dari menangani kasus kematian tidak wajar hingga menghadapi dilema etis dalam proses penyidikan. Setiap langkah yang diambil didasarkan pada ilmu medis, namun diuji oleh kejadian-kejadian yang melampaui penjelasan logis.
Ketika menangani kasus mutilasi perempuan tanpa identitas, Hastry mulai mengalami firasat aneh dan menemukan petunjuk yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Dengan bantuan asistennya, Yatna, dan dokumenter Mojo, ia berupaya mengurai misteri yang mengganggu konsentrasi dan integritas profesional. Di tengah proses, muncul ketegangan dengan penyidik Rendra, yang lebih mengedepankan bukti fisik, menuntut Hastry untuk menunjukkan data yang tak terbantahkan.
Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang menjadi titik balik ketika Hastry harus melakukan ekshumasi, menguji kepekaan intuisinya di tengah tekanan hukum dan sosial. Ia harus menjaga kredibilitas ilmiah sambil tetap menjunjung nilai kemanusiaan, membuktikan bahwa sains dan nurani bisa bersinergi dalam menegakkan keadilan. Setiap keputusan yang diambil berdampak pada kehidupan keluarga dan proses hukum, menunjukkan kompleksitas profesi forensik yang tak hanya soal teknis, tetapi juga moral.
Dipimpin oleh sutradara Ozan Ruz, film ini sengaja menghindari narasi horor supranatural, melainkan membangun ketegangan melalui proses investigasi ilmiah dan tekanan psikologis. Tim produksi bekerja sama dengan konsultan forensik profesional untuk memastikan akurasi prosedur medis, termasuk detail tata rias prostetik dan kondisi jasad. Semua elemen disusun untuk menggambarkan realitas kerja dokter forensik dengan presisi dan rasa hormat terhadap profesi.
Film yang diberi label D17+ ini tayang perdana pada 3 September di bioskop. Melalui kisah nyata Sumy Hastry Purwanti, Autopsy: Dead Body Can Talk menunjukkan bahwa kebenaran tidak selalu datang dari alat, tapi juga dari keberanian, kepekaan, dan komitmen terhadap keadilan yang tak kenal kompromi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

