Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Autopsy: Dead Body Can Talk Ungkap Perjalanan Dokter Forensik Perempuan

Film terbaru berdasarkan kisah nyata dokter forensik Polri, Sumy Hastry Purwanti, menggambarkan perjuangan ilmiah dan moral dalam mengungkap misteri kematian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Autopsy: Dead Body Can Talk Ungkap Perjalanan Dokter Forensik Perempuan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Autopsy: Dead Body Can Talk mengangkat kisah inspiratif dr. Sumy Hastry Purwanti, perempuan pertama di Asia yang meraih gelar doktor forensik sekaligus perwira tinggi Polri. Dalam film yang dibintangi Masayu Anastasia, narasi menggambarkan perjalanan profesionalnya yang penuh tantangan, mulai dari menangani kasus kematian tidak wajar hingga menghadapi dilema etis dalam proses penyidikan. Setiap langkah yang diambil didasarkan pada ilmu medis, namun diuji oleh kejadian-kejadian yang melampaui penjelasan logis.

Ketika menangani kasus mutilasi perempuan tanpa identitas, Hastry mulai mengalami firasat aneh dan menemukan petunjuk yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Dengan bantuan asistennya, Yatna, dan dokumenter Mojo, ia berupaya mengurai misteri yang mengganggu konsentrasi dan integritas profesional. Di tengah proses, muncul ketegangan dengan penyidik Rendra, yang lebih mengedepankan bukti fisik, menuntut Hastry untuk menunjukkan data yang tak terbantahkan.

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang menjadi titik balik ketika Hastry harus melakukan ekshumasi, menguji kepekaan intuisinya di tengah tekanan hukum dan sosial. Ia harus menjaga kredibilitas ilmiah sambil tetap menjunjung nilai kemanusiaan, membuktikan bahwa sains dan nurani bisa bersinergi dalam menegakkan keadilan. Setiap keputusan yang diambil berdampak pada kehidupan keluarga dan proses hukum, menunjukkan kompleksitas profesi forensik yang tak hanya soal teknis, tetapi juga moral.

Dipimpin oleh sutradara Ozan Ruz, film ini sengaja menghindari narasi horor supranatural, melainkan membangun ketegangan melalui proses investigasi ilmiah dan tekanan psikologis. Tim produksi bekerja sama dengan konsultan forensik profesional untuk memastikan akurasi prosedur medis, termasuk detail tata rias prostetik dan kondisi jasad. Semua elemen disusun untuk menggambarkan realitas kerja dokter forensik dengan presisi dan rasa hormat terhadap profesi.

Film yang diberi label D17+ ini tayang perdana pada 3 September di bioskop. Melalui kisah nyata Sumy Hastry Purwanti, Autopsy: Dead Body Can Talk menunjukkan bahwa kebenaran tidak selalu datang dari alat, tapi juga dari keberanian, kepekaan, dan komitmen terhadap keadilan yang tak kenal kompromi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya