Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ayah Tinggalkan Anak 7 Tahun di Fuji, Polisi Beri Peringatan Tegas

Seorang ayah di Jepang ditegur oleh polisi setelah meninggalkan putranya yang berusia tujuh tahun sendirian selama lebih dari tiga jam di jalur pendakian Gunung Fuji.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Ayah Tinggalkan Anak 7 Tahun di Fuji, Polisi Beri Peringatan Tegas
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun ditemukan dalam kondisi selamat di Stasiun Ke-6 jalur Fujinomiya, pada ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut, setelah ditinggalkan oleh ayahnya selama lebih dari tiga jam pada 20 Agustus 2026. Anak tersebut ditemukan sekitar pukul 07.40 waktu setempat oleh seorang pekerja tempat peristirahatan yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Saat ditemukan, anak itu dalam keadaan sehat tanpa cedera, tetapi dalam kondisi kelelahan akibat menunggu sendirian.

Peristiwa ini terjadi setelah sang ayah memutuskan melanjutkan pendakian ke puncak bersama anak tertuanya, sementara putranya yang bungsu mengalami kelelahan dan diminta menunggu di lokasi tersebut. Diperkirakan anak tersebut telah ditinggalkan sejak pukul 04.30. Jika tidak ditemukan lebih awal, ia harus menunggu hingga lebih dari tujuh jam karena perjalanan bolak-balik dari puncak Gunung Fuji yang mencapai 3.776 meter memakan waktu cukup lama.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung menghubungi sang ayah dan meminta agar ia segera membatalkan pendakian untuk kembali menjemput anaknya. Ketika sang ayah tiba, petugas memberikan peringatan tegas terhadap tindakannya. "Meninggalkan seorang anak sendirian, bahkan jika harus membatalkan pendakian, bukanlah tindakan yang dapat diterima," tegas petugas kepada sang ayah.

Sang ayah mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan secara terbuka, mengakui bahwa keputusannya dibuat secara terburu-buru dan tanpa pertimbangan matang. Insiden ini memicu perhatian publik terhadap praktik pendakian keluarga di Gunung Fuji, destinasi populer yang dibuka setiap musim panas dari awal Juli hingga awal September.

Meskipun tidak ada batasan usia resmi, situs resmi pendakian Gunung Fuji menyarankan agar anak-anak baru memulai pendakian sejak kelas 4 sekolah dasar, dengan pertimbangan kondisi fisik dan pengalaman. Orang tua diminta melatih anak di gunung yang lebih rendah terlebih dahulu dan memastikan pengawasan ketat sepanjang perjalanan untuk mencegah kejadian serupa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya