Bahlil Siap Hentikan Ekspor Energi ke Negara yang Tak Hormati Kedaulatan RI
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia siap menghentikan ekspor energi ke negara yang dianggap tidak menghargai kedaulatan Indonesia, sebagai bagian dari upaya memprioritaskan kebutuhan domestik dalam kondisi ketahanan energi yang sedang diuji.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 83x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak segan menghentikan aliran ekspor komoditas energi kepada negara yang dinilai tidak menghargai kedaulatan Indonesia. Keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi perlindungan terhadap kebutuhan energi dalam negeri, terutama dalam masa yang disebutnya sebagai fase bertahan atau *survival* ekonomi dan energi. Ia menekankan bahwa keputusan ini bukan sekadar politik, melainkan bentuk konkret dari prinsip kedaulatan yang harus dijunjung tinggi.
Dalam pernyataannya yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kementerian ESDM, Bahlil menyampaikan bahwa evaluasi terhadap negara-negara penerima ekspor akan dilakukan secara ketat. Jika suatu negara dianggap tidak menjunjung Indonesia sebagai mitra setara, maka kontrak ekspor energi—termasuk gas—dapat dipertimbangkan untuk tidak diperpanjang. Ia menekankan bahwa keputusan ini bukan ancaman semata, melainkan bentuk peringatan terhadap sikap yang dianggap tidak proporsional dalam hubungan internasional.
Di sisi lain, Bahlil menyatakan bahwa negara yang bersikap kooperatif dan menghargai Indonesia akan diberi kesempatan prioritas, bahkan tanpa kontrak formal sebelumnya. Pemerintah siap membuat perjanjian langsung untuk memastikan aliran energi tetap mengalir ke mitra yang berkomitmen pada kesetaraan. Ia menegaskan bahwa prinsip ini lahir dari pengalaman sejarah panjang, di mana kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan getir, bukan sebagai hadiah dari pihak lain.
Bahlil menyoroti ironi bahwa negara yang kemerdekaannya didapat dari pemberian justru sering kali bersikap superior terhadap negara yang merdeka melalui perjuangan. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari darah, keringat, dan nyawa, dan tidak boleh dinilai remeh oleh siapa pun. Dalam konteks ini, kebijakan penghentian ekspor bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan global dalam hubungan antarbangsa.
Keputusan ini muncul sebagai respons atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, yang menekankan kondisi strategis Indonesia saat ini. Dengan mempertimbangkan kelangsungan pasokan energi dalam negeri, Bahlil menyatakan bahwa ekspor gas ke negara tetangga—yang sebelumnya sudah berjalan—kini sedang dievaluasi secara mendalam, termasuk kemungkinan penundaan perpanjangan kontrak demi memenuhi kebutuhan dalam negeri secara penuh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

