Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahlil Siap Hentikan Ekspor ke Negara yang Tak Hormati Kedaulatan RI

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi menegaskan evaluasi kontrak ekspor energi terhadap negara yang dianggap tidak menghargai kedaulatan Indonesia, termasuk pertimbangan hentikan ekspor ke tetangga yang bersikap tidak kooperatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
Bahlil Siap Hentikan Ekspor ke Negara yang Tak Hormati Kedaulatan RI📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyatakan secara tegas bahwa pemerintah akan meninjau ulang seluruh kontrak ekspor energi dengan negara-negara yang dinilai tidak menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan kedaulatan Indonesia. Ia menegaskan bahwa keputusan ekspor bukan sekadar urusan komersial, melainkan juga refleksi dari hubungan diplomatik yang seimbang dan saling menghormati.

Dalam pernyataannya yang disampaikan secara daring dari Jakarta, Bahlil menyoroti sikap beberapa negara yang hanya datang meminta bantuan saat mengalami krisis, padahal sebelumnya bersikap tidak kooperatif. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak akan membiarkan kepentingan energinya dimanfaatkan secara sepihak, terlebih jika ada pihak yang mengabaikan perjuangan kemerdekaan bangsa.

Bahlil menegaskan bahwa Indonesia memiliki prinsip dasar bahwa kedaulatan adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Ia menyatakan bahwa jika negara lain ingin menjalin kerja sama, maka harus dilakukan dengan sikap saling menghargai, bukan memanfaatkan posisi Indonesia secara tidak adil. Bahkan, ia menyebut bahwa negara yang tidak memiliki kontrak namun memiliki sikap positif akan tetap diberi kesempatan untuk bekerja sama.

Pernyataan ini disampaikan setelah Bahlil menyatakan tidak akan memperpanjang ekspor gas ke salah satu negara tetangga, terkait sikap yang dianggap tidak mendukung Indonesia dalam isu-isu strategis. Ia juga mengingatkan negara-negara lain untuk berhati-hati dalam menyampaikan pandangan yang dapat mengganggu hubungan bilateral.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya