Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bank Mandiri Jaga Kesehatan Neraca di Tengah Pertumbuhan Kredit

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan aset dan pendanaan yang stabil hingga Agustus 2026, didukung manajemen risiko ketat dan ekosistem digital yang berkembang pesat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
Bank Mandiri Jaga Kesehatan Neraca di Tengah Pertumbuhan Kredit📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hingga akhir Agustus 2026, total aset Bank Mandiri yang dihitung secara bank only mencapai Rp2,359 triliun, tumbuh sebesar 20,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit sebesar Rp1,592 triliun, naik 17,6 persen dari tahun sebelumnya, dengan penekanan pada kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko yang disiplin di segmen wholesale maupun ritel.

Pendanaan dari pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1,687 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan rata-rata industri sebesar 13,7 persen. Capaian ini mencerminkan struktur pendanaan yang sehat dan efisien, mendukung kebutuhan transaksi nasabah serta kelancaran penyaluran pembiayaan di tengah dinamika pasar.

Perluasan basis nasabah dan peningkatan akuisisi dana baru turut didorong oleh ekosistem digital. Aplikasi Livin' by Mandiri telah digunakan oleh 42,2 juta pengguna, naik 23,4 persen dari tahun sebelumnya, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar kali. Sementara itu, Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna aktif, tumbuh 31,9 persen YoY, dengan transaksi mencapai 1,05 miliar kali, menunjukkan pemanfaatan yang kuat oleh pelaku usaha dalam mendukung aktivitas ekonomi.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menekankan bahwa pertumbuhan tidak boleh mengorbankan ketahanan. Bank terus melakukan pemantauan arus dana harian, uji tekanan (stress test) berkala, serta menyiapkan buffer likuiditas yang memadai untuk menjaga kesiapan dalam segala kondisi pasar. “Kami memastikan pertumbuhan sejalan dengan kesiapan likuiditas agar bisa terus melayani nasabah dan mendukung dunia usaha tanpa kompromi,” ujarnya.

Profitabilitas Bank Mandiri terus menunjukkan tren positif, dengan laba bersih mencapai Rp37,5 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 22,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ke depan, bank akan memprioritaskan kesehatan neraca, kecukupan likuiditas, dan prinsip kehati-hatian, sekaligus memperluas ekosistem digital untuk menyediakan layanan yang andal, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah dan pelaku usaha.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya