Bank Sentral Korsel Pertahankan Suku Bunga di 3%
Bank sentral Korsel mempertahankan suku bunga acuan di 3% pada Oktober 2026, menyusul inflasi tahunan yang masih tinggi sebesar 2,9% dan pertumbuhan ekonomi yang didorong ekspor semikonduktor.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank of Korea (BOK) memutuskan untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan moneter terbaru, tetap mempertahankannya di level 3% pada Kamis, 22 Oktober 2026. Keputusan ini diambil meskipun inflasi negara itu masih berada di atas target resmi sebesar 2%, tercatat mencapai 2,9% secara tahunan pada bulan September. Penahanan suku bunga ini sesuai dengan proyeksi ekonom dari survei Reuters, namun tetap menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan moneter ke depan, mengingat tekanan harga belum mereda.
Pertumbuhan ekonomi Korsel menunjukkan ketahanan yang kuat, didorong oleh lonjakan ekspor semikonduktor, khususnya chip yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan. Pada September 2026, ekspor semikonduktor membukukan kenaikan tahunan sebesar 262%, sementara total ekspor nasional melonjak 83,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ekspor ini menjadi faktor penopang utama pertumbuhan PDB, yang tumbuh 3,8% di kuartal I dan 3,7% di kuartal II 2026, melampaui perkiraan pasar.
Dengan kondisi ekonomi yang bergerak positif, bank sentral dihadapkan pada tantangan keseimbangan antara menekan inflasi dan tidak menghambat momentum pertumbuhan. Meski suku bunga tetap stabil, analis dari ING menekankan bahwa penahanan kebijakan ini belum menandakan berakhirnya siklus pengetatan moneter. Inflasi yang masih melampaui target dan tekanan harga yang berkelanjutan memastikan bahwa kebijakan akan tetap diawasi ketat.
Di sisi lain, pemerintah Korsel, yang dipimpin Presiden Lee Jae Myung, telah menekankan pentingnya meningkatkan pasokan perumahan sebagai bagian dari upaya stabilisasi ekonomi domestik. Kebijakan sektor perumahan menjadi fokus utama pemerintah meskipun keputusan suku bunga tetap harus mempertimbangkan dinamika inflasi dan kinerja ekonomi secara keseluruhan. Proyeksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi Korsel sepanjang 2026 tetap optimistis di angka 3,3%, menunjukkan prospek ekonomi yang solid meski di tengah tekanan moneter.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

