Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bansos Langsung ke Rekening 50 Juta Warga Miskin Dimulai 2027

Pemerintah menyiapkan penyaluran bantuan sosial langsung ke rekening 50 juta warga miskin mulai kuartal pertama 2027 melalui sistem digital berbasis DPI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.35 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
Bansos Langsung ke Rekening 50 Juta Warga Miskin Dimulai 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mempersiapkan peluncuran program bantuan sosial secara langsung ke rekening bank bagi 50 juta warga miskin, dengan target penyaluran dimulai pada kuartal I tahun 2027. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital sistem perlindungan sosial yang tengah digodok secara menyeluruh. Rekening khusus untuk penerima bansos akan disiapkan oleh pemerintah, dengan proses penyaluran yang diharapkan lebih akurat dan transparan.

Kebijakan ini ditegaskan oleh Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat. Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mengalihkan subsidi dari produk ke bentuk bantuan langsung ke rekening masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan keadilan sosial dan memastikan manfaat benar-benar dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan.

Penerima bansos diprioritaskan dari kelompok desil 1 hingga 5, yang mencakup masyarakat berpenghasilan terendah. Pemerintah masih melakukan pembenahan data untuk memastikan identifikasi penerima lebih tepat dan akurat. Digitalisasi sistem ini akan menggunakan infrastruktur publik digital (DPI), yang mengintegrasikan identitas digital, pertukaran data antarlembaga, serta sistem pembayaran elektronik.

Verifikasi identitas penerima akan dilakukan melalui teknologi biometrik wajah yang terhubung dengan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Masyarakat nantinya dapat mengakses status penerimaan dan mengajukan bansos secara mandiri melalui portal resmi pemerintah dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pembiayaan program ini berasal dari hasil penghematan yang dicapai melalui digitalisasi pemerintahan, dengan estimasi potensi penghematan mencapai Rp1.200 triliun. Angka tersebut masih dapat berubah seiring dengan perkembangan implementasi kebijakan. Pemerintah menargetkan peluncuran sistem utama pada Oktober 2026, menjadikan 2027 sebagai tahun pertama pelaksanaan penyaluran langsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya