Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bar Gugat Netanyahu atas Tuduhan Intelijen Gagal

Mantan kepala Shin Bet, Ronen Bar, menuntut Netanyahu sebesar tiga juta shekel karena dituduh sengaja menyembunyikan intelijen sebelum serangan Hamas 7 Oktober, sambil menegaskan telah berulang kali memperingatkan risiko dan merekomendasikan tindakan preventif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 72x dibuka
Bar Gugat Netanyahu atas Tuduhan Intelijen Gagal📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Mantan Direktur Shin Bet, Ronen Bar, telah mengajukan gugatan hukum terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Pengadilan Distrik Tel Aviv, menuntut kompensasi finansial sebesar tiga juta shekel. Gugatan ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan publik Netanyahu pada 28 September yang menyebut Bar sebagai pelaku kegagalan intelijen, dengan menuduhnya sengaja menyembunyikan informasi penting sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Bar menolak tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya politik untuk memindahkan tanggung jawab atas kegagalan sistemik dalam penanganan ancaman.

Dalam dokumen hukumnya, Bar menekankan bahwa ia telah memberikan peringatan berulang kali kepada Netanyahu mengenai peningkatan kapasitas militer Hamas, termasuk kemampuan serangan lintas perbatasan dan pengembangan rudal. Ia menegaskan bahwa selama masa jabatannya, baik dirinya maupun pendahulunya, Nadav Argaman, telah secara konsisten merekomendasikan operasi militer yang menargetkan pemimpin senior kelompok tersebut, serta menolak kebijakan pengiriman dana dari Qatar ke Jalur Gaza.

Bar menyoroti bahwa sebagian dana dari Qatar diklaim telah digunakan oleh Hamas untuk memperkuat struktur militer dan infrastruktur perang, termasuk pembuatan rudal dan terowongan. Ia menegaskan bahwa kebijakan "penahanan dan ketenangan" yang diterapkan selama periode pemerintahannya justru memberi ruang bagi kelompok tersebut memperluas kapasitas militernya secara bertahap, tanpa intervensi efektif dari pemerintah.

Gugatan ini juga menyoroti narasi publik yang disebut Bar sebagai "fitnah keji", yang menurutnya merupakan strategi untuk melemahkan reputasi dirinya sebagai bentuk pelindungan terhadap kegagalan kebijakan politik tingkat tinggi. Ia menekankan bahwa kewajiban intelijen bukan hanya pada pengumpulan data, tetapi juga pada respons politik terhadap temuan tersebut—dan bahwa kegagalan respons itulah yang menjadi akar dari kerentanan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya