Bar Gugat Netanyahu atas Tuduhan Intelijen Gagal
Mantan kepala Shin Bet, Ronen Bar, menuntut Netanyahu sebesar tiga juta shekel karena dituduh sengaja menyembunyikan intelijen sebelum serangan Hamas 7 Oktober, sambil menegaskan telah berulang kali memperingatkan risiko dan merekomendasikan tindakan preventif.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 72x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Mantan Direktur Shin Bet, Ronen Bar, telah mengajukan gugatan hukum terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Pengadilan Distrik Tel Aviv, menuntut kompensasi finansial sebesar tiga juta shekel. Gugatan ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan publik Netanyahu pada 28 September yang menyebut Bar sebagai pelaku kegagalan intelijen, dengan menuduhnya sengaja menyembunyikan informasi penting sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Bar menolak tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya politik untuk memindahkan tanggung jawab atas kegagalan sistemik dalam penanganan ancaman.
Dalam dokumen hukumnya, Bar menekankan bahwa ia telah memberikan peringatan berulang kali kepada Netanyahu mengenai peningkatan kapasitas militer Hamas, termasuk kemampuan serangan lintas perbatasan dan pengembangan rudal. Ia menegaskan bahwa selama masa jabatannya, baik dirinya maupun pendahulunya, Nadav Argaman, telah secara konsisten merekomendasikan operasi militer yang menargetkan pemimpin senior kelompok tersebut, serta menolak kebijakan pengiriman dana dari Qatar ke Jalur Gaza.
Bar menyoroti bahwa sebagian dana dari Qatar diklaim telah digunakan oleh Hamas untuk memperkuat struktur militer dan infrastruktur perang, termasuk pembuatan rudal dan terowongan. Ia menegaskan bahwa kebijakan "penahanan dan ketenangan" yang diterapkan selama periode pemerintahannya justru memberi ruang bagi kelompok tersebut memperluas kapasitas militernya secara bertahap, tanpa intervensi efektif dari pemerintah.
Gugatan ini juga menyoroti narasi publik yang disebut Bar sebagai "fitnah keji", yang menurutnya merupakan strategi untuk melemahkan reputasi dirinya sebagai bentuk pelindungan terhadap kegagalan kebijakan politik tingkat tinggi. Ia menekankan bahwa kewajiban intelijen bukan hanya pada pengumpulan data, tetapi juga pada respons politik terhadap temuan tersebut—dan bahwa kegagalan respons itulah yang menjadi akar dari kerentanan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026

Yusril Soroti Kedalaman Evaluasi Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya pendalaman menyeluruh sebelum revisi definisi korupsi, mengingat kompleksitas hukum dan komitmen internasional Indonesia.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

