Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Barclays Restrukturisasi, 5.000 Posisi Dihapus Akibat AI

Bank asal Inggris, Barclays, akan memangkas 5.000 pekerja atau sekitar 5% dari total karyawan, sebagai respons terhadap transformasi digital dan efisiensi operasional berbasis kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
Barclays Restrukturisasi, 5.000 Posisi Dihapus Akibat AI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Barclays mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja sebanyak 5.000 orang dalam struktur organisasi, menyusul kinerja keuangan kuartal ketiga tahun 2027. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyederhanakan struktur biaya dan memperkuat kapasitas investasi, terutama dalam pengembangan teknologi digital. Pemangkasan ini dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan yang menggantikan fungsi-fungsi manual dan pendukung di dalam operasional bank.

Sebanyak 60% dari jumlah pemutusan hubungan kerja diperkirakan akan berdampak pada divisi pendukung, termasuk tim pengembang perangkat lunak dan layanan internal lainnya. Manajemen bank menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya menyangkut pengurangan jumlah karyawan, tetapi juga transformasi budaya kerja menuju model yang lebih efisien dan berbasis teknologi. Proses ini dilakukan secara bertahap dan diikuti dengan komunikasi transparan terhadap seluruh karyawan.

Dalam laporan kinerja Q3, laba sebelum pajak Barclays mencapai £2,3 miliar, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pendapatan grup sebesar £7,4 miliar sedikit di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan £7,61 miliar. Pendapatan bunga bersih tetap stabil di level £3,91 miliar, sementara rasio modal CET1 turun tipis menjadi 14,2% dari 14,3% pada akhir kuartal II.

Rasio return on tangible equity juga mengalami penurunan menjadi 11,7%, turun dari 16,1% pada periode sebelumnya, menandakan tekanan pada efisiensi penggunaan modal. Meski demikian, manajemen menilai bahwa restrukturisasi ini menjadi langkah krusial untuk memastikan ketahanan finansial jangka panjang dan kesiapan bank menghadapi perubahan ekosistem perbankan global yang semakin digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya