BEI Hentikan Perdagangan 4 Saham untuk Lindungi Investor
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan empat emiten karena fluktuasi harga yang ekstrem, termasuk WSKT, SMLE, ASLI, dan WAPO, demi menjamin stabilitas pasar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menangguhkan perdagangan saham empat perusahaan publik pada sesi pertama perdagangan hari Jumat, 25 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap pergerakan harga yang tidak wajar dan sangat fluktuatif dalam periode singkat. Empat emiten yang terkena suspensi adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE), PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI), dan PT Wahana Pronatural Tbk. (WAPO).
Pemberhentian perdagangan ini dilakukan berdasarkan pengumuman resmi bernomor Peng-SPT-00017/BEI.PP3/09-2026, yang menyatakan bahwa tindakan tersebut diperlukan sebagai langkah perlindungan terhadap investor. BEI menilai bahwa kondisi pasar yang tidak stabil memerlukan waktu untuk menenangkan dinamika spekulatif yang muncul, sehingga para pelaku pasar dapat mengambil keputusan investasi secara lebih bijak dan terukur.
Sebelum suspensi, harga saham WSKT tercatat di level Rp202 per lembar. Sementara itu, SMLE mengalami kenaikan 6,02% menjadi Rp282 per saham, dengan lonjakan 71,95% dalam sebulan dan 73% sejak awal tahun. ASLI juga melonjak 17,39% ke posisi Rp486 per saham, naik 118,92% dalam sebulan meski turun 9,16% secara year to date. Sedangkan WAPO mencatat kenaikan 24,82% ke Rp352 per saham, naik 118,63% dalam sebulan dan 95,56% secara tahunan.
BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari emiten kepada publik. Dalam kondisi seperti ini, pihak-pihak terkait diminta untuk selalu memantau rilis resmi dari masing-masing perusahaan dan tidak mengambil keputusan berdasarkan fluktuasi harga tanpa data pendukung. Tindakan suspensi ini bukan hanya sebagai pengendalian pasar, tetapi juga upaya menjaga integritas dan kepercayaan investor terhadap sistem pasar modal Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Peningkatan signifikan dalam sistem pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah mencapai Rp165 triliun pada 2026, didorong digitalisasi ekosistem pemerintahan di 518 dari 546 kabupaten/kota.
25 September 2026

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Masyarakat yang gagal terima OTP saat daftar NPWP lewat Coretax bisa gunakan langkah teknis dan alternatif layanan langsung untuk kelancaran proses verifikasi.
25 September 2026

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Dari 160 ribu pelamar, BI hanya menerima kurang dari 150 orang, menunjukkan ketimpangan antara minat melamar dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
25 September 2026

Bank Mega Perluas Akses Pembayaran Digital Internasional
Bank Mega resmi jadi first mover dukung QRIS Cross Border dan KKI lewat aplikasi M-Smile, memperluas transaksi digital lintas negara bagi nasabah.
25 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA

