BEI Kejutkan oleh Keputusan MSCI Soal Klasifikasi Saham Indonesia
BEI mengungkapkan kejutan terhadap keputusan MSCI yang mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia, meski tidak dibahas dalam pertemuan di Bangkok.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 110x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan keterkejutannya terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Keputusan ini muncul tanpa ada pembahasan langsung dalam forum yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 13 Oktober 2026, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor keuangan nasional dan global.
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Danantara Indonesia ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, termasuk Menteri Keuangan, Ketua OJK, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia, serta sejumlah lembaga pemeringkat dan investor internasional seperti S&P Global Ratings, J.P. Morgan, dan IFC. Diskusi utama berfokus pada kebijakan fiskal, moneter, dan proses reformasi BUMN, tanpa menyentuh isu klasifikasi pasar saham.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menegaskan bahwa MSCI hanya menyampaikan satu pertanyaan terkait efektivitas kebijakan dan penegakan aturan, tanpa memberikan indikasi adanya pertimbangan perubahan status pasar. Ia menekankan bahwa forum tersebut tidak membahas isu klasifikasi, sehingga pengumuman lebih awal dari jadwal yang diperkirakan—sekitar 12 November 2026—menimbulkan kejutan bagi semua pihak, termasuk pelaku pasar.
Iding menambahkan bahwa BEI telah menjalin komunikasi rutin dengan MSCI dan investor global, yang secara umum memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal Indonesia. Namun, sejumlah pihak tetap menyoroti tantangan dalam implementasi kebijakan dan penegakan regulasi, yang menjadi pertimbangan utama dalam proses penilaian klasifikasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

