BEI Pantau Pergerakan Saham INTD Pasca Kenaikan 89% dalam Sebulan
Bursa Efek Indonesia memantau ketat saham Inter-Delta (INTD) setelah mengalami kenaikan harga hampir 90% dalam sebulan dan menyentuh batas atas perdagangan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Saham PT Inter-Delta Tbk. (INTD) kembali menjadi sorotan pasar setelah mencatat kenaikan harga mencapai 23,16% pada perdagangan sesi I hari Jumat (22/7/2026), menembus batas atas atau auto rejection atas (ARA). Kenaikan signifikan ini terjadi dalam rentang waktu sebulan, dengan data Stockbit mencatat kenaikan total hingga 89,43%. Saat ini, saham INTD berada dalam papan pengembangan, menandakan tingginya volatilitas dan perhatian regulator terhadap aktivitas perdagangan.
Berdasarkan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten yang mengalami lonjakan harga ekstrem dikenai status unusual market activity (UMA). Status ini menandai adanya pergerakan pasar yang tidak biasa, namun tidak serta merta menjadi indikasi pelanggaran hukum. BEI menegaskan bahwa tindakan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar dan keterbukaan informasi kepada seluruh pemangku kepentingan.
Pihak BEI menekankan bahwa pengumuman UMA tidak mengandung kesimpulan hukum, melainkan sebagai langkah preventif. Bursa saat ini sedang mengamati pola transaksi saham INTD secara mendalam, termasuk volume perdagangan dan dinamika perubahan kepemilikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi praktik manipulasi pasar atau informasi yang tidak seimbang.
Investor diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati. BEI menyarankan agar para pemegang saham memperhatikan respons perusahaan terhadap permintaan konfirmasi dari bursa, mengikuti perkembangan kinerja emiten, serta meninjau rencana aksi korporasi yang belum disetujui rapat pemegang saham. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis menyeluruh, bukan hanya pada fluktuasi harga jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Peningkatan signifikan dalam sistem pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah mencapai Rp165 triliun pada 2026, didorong digitalisasi ekosistem pemerintahan di 518 dari 546 kabupaten/kota.
25 September 2026

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Masyarakat yang gagal terima OTP saat daftar NPWP lewat Coretax bisa gunakan langkah teknis dan alternatif layanan langsung untuk kelancaran proses verifikasi.
25 September 2026

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Dari 160 ribu pelamar, BI hanya menerima kurang dari 150 orang, menunjukkan ketimpangan antara minat melamar dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
25 September 2026

Bank Mega Perluas Akses Pembayaran Digital Internasional
Bank Mega resmi jadi first mover dukung QRIS Cross Border dan KKI lewat aplikasi M-Smile, memperluas transaksi digital lintas negara bagi nasabah.
25 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA

