BEI Turunkan Batas Harga Saham ke Rp1 Mulai Hari Ini
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar, berlaku mulai 28 September, dengan tujuan meningkatkan likuiditas dan kualitas harga pasar.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menerapkan batas harga minimum saham sebesar Rp1 per lembar mulai hari ini, menggantikan batas sebelumnya yang berlaku di angka Rp50. Penyesuaian ini dikeluarkan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00136/BEI/09-2026, yang mengubah Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam struktur perdagangan saham di pasar reguler dan tunai.
Penurunan batas harga terendah dimaksudkan untuk memperluas rentang harga yang tersedia, sehingga memungkinkan transaksi lebih fleksibel dan menunjang proses penemuan harga (price discovery) yang lebih akurat. Dengan harga saham yang lebih terjangkau, diharapkan partisipasi investor dapat meningkat, terutama dari kalangan retail yang sebelumnya terhambat oleh batas harga yang tinggi.
Seiring perubahan harga terendah, BEI juga menyesuaikan ketentuan Auto Rejection (AR), yaitu batasan otomatis yang membatasi harga transaksi dalam satu hari. Selama masa transisi hingga 31 Desember 2024, batas AR untuk saham Rp1–Rp10 ditetapkan Rp1 untuk ARA dan ARB. Untuk saham di atas Rp10 hingga Rp200, ARA diatur 35% dan ARB 15%. Sementara itu, mulai 1 Januari 2027, ARB akan dinaikkan menjadi 35% untuk saham di atas Rp10 hingga Rp200, dan untuk saham di atas Rp5.000, ARB tetap 15% sementara ARA 20%.
Penerapan kebijakan ini juga berlaku bagi perdagangan Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), dengan penyesuaian batas Auto Rejection yang sejalan dengan struktur baru. Untuk saham Rp1–Rp10, ARA dan ARB tetap Rp1, sedangkan di atas Rp10, batasnya ditetapkan 10% untuk keduanya. Perubahan ini diharapkan menciptakan lingkungan pasar yang lebih responsif dan inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Puluhan pelaku UMK binaan Pertamina mengikuti pelatihan profesional untuk memperkuat daya saing dalam ajang temu bisnis global Oktober 2026.
28 September 2026

Alokasi Anggaran Pencegahan Stunting di Daerah Menurun Drastis
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah mencapai Rp20,2 triliun pada 2026, menunjukkan tekanan fiskal dan tantangan implementasi program.
28 September 2026

RI Siap Hentikan Impor Bensin Lewat Bioetanol E50
Pemerintah kaji penerapan bahan bakar bioetanol E50 untuk menghentikan impor bensin, berbasis produksi dalam negeri dari tebu, singkong, dan jagung.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

