Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Turunkan Harga Minimum Saham, IHSG Terkoreksi 1%

Penurunan batas harga minimum saham dari Rp50 ke Rp1 picu koreksi IHSG 1%, disertai tekanan dari arus keluar investor asing dan ketidakpastian global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BEI Turunkan Harga Minimum Saham, IHSG Terkoreksi 1%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 1% atau 62,19 poin, turun ke level 6.179,71 pada pukul 10.27 WIB. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif setelah pembukaan pasar di angka 6.209,75, sekaligus menandai penurunan dari posisi tertinggi harian sebesar 6.227,90 pada sesi awal perdagangan. Pergerakan ini terjadi seiring dengan diberlakukannya perubahan regulasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas harga minimum saham.

Mulai Senin, 28 September 2026, harga terendah saham di pasar reguler dan tunai diturunkan dari Rp50 menjadi hanya Rp1 per lembar. Keputusan ini bertujuan untuk memperluas ruang gerak perdagangan, meningkatkan kualitas penemuan harga (price discovery), serta mendorong likuiditas pasar. Perubahan ini juga disertai penyesuaian batas Auto Rejection (AR) untuk saham dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), termasuk penyesuaian batas atas dan bawah sesuai kisaran harga baru.

Dalam keterangan resmi, BEI menegaskan bahwa penurunan batas harga minimum dimaksudkan untuk memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku pasar dalam mengelola portofolio. Regulasi baru ini diatur dalam dua Surat Keputusan Direksi BEI yang mulai berlaku pada 28 September 2026. Untuk saham dengan harga di atas Rp10, batasan ARB tetap asimetris sebesar 15% hingga akhir tahun 2026, sementara untuk saham di rentang Rp1 hingga Rp10, batas ARA dan ARB ditetapkan sebesar Rp1. Sejak 1 Januari 2027, ARB akan diterapkan secara simetris.

Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan berkelanjutan, terutama di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka panjang. IHSG pada akhir pekan lalu, Jumat (25/9/2026), menutup perdagangan dengan penurunan 0,90% atau 56,71 poin ke level 6.241,89. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10,929 triliun. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp559,08 miliar pada hari terakhir pekan lalu, dengan akumulasi penjualan bersih mencapai Rp3,16 triliun sepanjang pekan. Total penjualan bersih asing sepanjang 2026 mencapai Rp77,52 triliun. Di pasar valuta asing, rupiah melemah 0,85% secara keseluruhan pekan lalu, meski sempat menguat 0,03% ke posisi Rp17.880 per dolar AS pada akhir pekan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya