Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Hentikan Belanja Modal 2027, Pengadaan LED Rp535 M Dibatalkan

Badan Gizi Nasional menegaskan tidak akan melakukan belanja modal pada 2027, termasuk pengadaan layar LED senilai Rp535 miliar yang telah dibatalkan karena tidak dibutuhkan dan tanpa pagu anggaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BGN Hentikan Belanja Modal 2027, Pengadaan LED Rp535 M Dibatalkan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas menyatakan tidak akan melanjutkan belanja modal dalam anggaran tahun 2027. Kepala BGN Sudaryono menegaskan kebijakan ini sebagai bagian dari komitmen memastikan penggunaan anggaran negara berdasarkan prinsip manfaat dan efisiensi. Ia menekankan bahwa setiap pengeluaran harus memiliki kebutuhan nyata dan pertanggungjawaban yang jelas, bukan sekadar karena anggaran tersedia.

Pernyataan ini disampaikan usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, pada Kamis malam (3/9/2026). Terkait isu pengadaan layar LED senilai Rp535 miliar yang sempat viral di media sosial, Sudaryono memastikan bahwa proses tersebut telah dibatalkan. Ia menjelaskan bahwa pengadaan itu sudah berjalan sebelum ia menjabat, namun sejak masuk sebagai kepala badan, ia langsung memutuskan untuk menghentikannya.

Alasan utama pembatalan, menurut Sudaryono, adalah tidak adanya kebutuhan nyata dan tidak tersedianya pagu anggaran. Ia menekankan bahwa keputusan tidak melibatkan keinginan semata, melainkan pertimbangan rasional terhadap kebutuhan program. “Tidak ada belanja modal karena pengin, tapi karena benar-benar diperlukan,” tegasnya. Ia juga menegaskan bahwa pengadaan yang tidak dibutuhkan tidak akan dilanjutkan, bahkan jika anggaran tersedia.

Pagu anggaran BGN untuk tahun 2027 sebesar Rp240,21 triliun, dengan rincian 96,8% untuk program pemenuhan gizi nasional dan 3,05% untuk dukungan manajemen. Target penerima manfaat mencapai 72,46 juta orang, terdiri dari peserta didik di semua jenjang pendidikan dan kelompok ibu hamil, menyusui, serta balita. Sudaryono menyatakan bahwa efisiensi anggaran tetap menjadi prioritas, bahkan memungkinkan anggaran tahun depan berada di bawah Rp200 triliun jika target program dapat dicapai secara optimal.

Ia menegaskan bahwa anggaran BGN adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel. “Setiap rupiah harus memberi manfaat sebesar-besarnya,” tegasnya. Ia menyatakan kembali komitmen untuk tidak melakukan pengadaan yang dianggap tidak perlu, dan akan kembali melakukan perhitungan kebutuhan bersama Menteri Keuangan untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya