BI Turunkan GWM, Rp90 T Likuiditas Mengalir ke Perbankan
Bank Indonesia melepas likuiditas sekitar Rp90 triliun melalui penurunan Giro Wajib Minimum sebesar 1 persen, dengan tujuan menyeimbangkan aliran dana dan memperkuat transmisi kebijakan moneter.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 1 persen mulai 1 November 2026, yang berdampak pada pelepasan likuiditas sekitar Rp90 triliun ke sistem perbankan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menyesuaikan keseimbangan likuiditas di tengah pertumbuhan kredit yang masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Penurunan ini dilakukan secara bertahap, dengan target akhir rasio GWM untuk bank konvensional berada di level 7 persen dari sebelumnya 9 persen.
Pembebasan likuiditas tersebut tidak bersifat langsung mengarah ke sektor tertentu, melainkan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perbankan dalam mengelola dana. Menurut Kepala Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, kebijakan ini dimaksudkan agar respons terhadap BI-Rate—yang tetap dipertahankan di 5,75 persen—dapat lebih efektif menjangkau sektor riil. Dengan begitu, transmisi kebijakan moneter ke ekonomi secara keseluruhan menjadi lebih terjaga.
Sebagian besar dana yang dilepaskan berasal dari komponen GWM yang sebelumnya disimpan di BI, sementara sisanya sudah dimanfaatkan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). KLM sendiri sebelumnya digunakan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas seperti pertanian, industri, dan hilirisasi. Namun, karena sektor-sektor tersebut telah hampir memaksimalkan insentif, BI kini akan mengevaluasi dan membuka ruang bagi sektor lain yang dianggap lebih strategis, khususnya yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.
Pengelolaan dana tetap mengacu pada pendekatan forward looking, di mana bank wajib menyampaikan komitmen penyaluran kredit ke sektor tertentu sebelum pemanfaatan dana. Realisasi penyaluran kemudian akan dievaluasi secara berkala. BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen, yang bertujuan menyeimbangkan koridor suku bunga pasar uang agar tetap harmonis dengan BI-Rate. Dengan demikian, struktur kebijakan moneter tetap terjaga, baik dari sisi likuiditas maupun transmisi ke ekonomi riil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

