Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bir Pletok Hadir di Kendari, Sajian Tradisional dengan Sensasi Hangat dan Segar

Minuman tradisional bir pletok kini hadir di Hotel Zenith Kendari, menawarkan pengalaman rasa hangat dan segar yang khas bagi pengunjung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kehadiran bir pletok di Hotel Zenith Kendari menjadi sorotan baru dalam dunia kuliner lokal. Minuman tradisional asal Sulawesi Tenggara ini hadir sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya lewat sajian yang menyentuh indera. Dengan tekstur kental dan rasa yang khas, bir pletok hadir sebagai pilihan minuman hangat yang cocok dinikmati di malam hari atau saat cuaca sedang dingin.

Proses pembuatan bir pletok tetap mengikuti tradisi turun-temurun, menggunakan bahan-bahan alami seperti tepung sagu, air, dan ragi alami. Proses fermentasi yang berlangsung selama 24 hingga 48 jam menghasilkan minuman dengan kadar alkohol rendah, namun memberikan sensasi hangat yang khas saat diminum. Keunikan ini membuat bir pletok tidak hanya diminati oleh warga lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan yang ingin merasakan keaslian kuliner Sulawesi Tenggara.

Hotel Zenith Kendari sengaja menyajikan bir pletok sebagai bagian dari promosi budaya dan pariwisata daerah. Manajemen menyebutkan bahwa penyajian minuman tradisional ini bertujuan untuk menumbuhkan kebanggaan lokal dan memperkenalkan warisan kuliner kepada kalangan lebih luas. Dengan tampilan yang sederhana namun elegan, bir pletok disajikan dalam cangkir kayu atau gelas kaca, menambah kesan autentik pada pengalaman menikmatinya.

Pengunjung yang mencoba bir pletok di hotel ini mengungkapkan kepuasan terhadap rasa yang unik dan khas. Beberapa menyebutkan bahwa minuman ini memberikan sensasi hangat yang menyeluruh, sekaligus menyegarkan setelah menikmati makanan berat. Dengan harga yang terjangkau, bir pletok kini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin merasakan kekhasan Sulawesi Tenggara tanpa harus pergi ke desa terpencil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya