Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BlackRock Tambah Modal ke Platform Limbah TBS hingga S$555 Juta

Investasi strategis dari HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, senilai hingga S$555 juta mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah TBS di Asia melalui SBTH.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
BlackRock Tambah Modal ke Platform Limbah TBS hingga S$555 Juta📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan kesepakatan strategis dengan HPS Investment Partners, entitas kelolaan BlackRock, untuk menyalurkan dana hingga maksimal 555 juta dolar Singapura ke platform pengelolaan limbah yang dikelola oleh perusahaan induknya, SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. Dana tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui penerbitan saham preferen baru serta instrumen pendukung lainnya, dengan tujuan memperkuat kapasitas operasional dan jaringan ekspansi di kawasan Asia.

Transaksi ini, yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), masih menunggu persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Meski demikian, manajemen TBS menyatakan keyakinan bahwa pendanaan ini akan menjadi pendorong utama dalam transformasi bisnis menuju infrastruktur pengelolaan limbah berkelanjutan di kawasan regional.

Direktur Utama TBS Energi Utama, Dicky Yordan, menegaskan bahwa investasi ini bukan sekadar alat pendanaan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat posisi perseroan sebagai pemain utama dalam sektor lingkungan. Ia menyebut HPS sebagai mitra bernilai tinggi yang akan mendukung pertumbuhan organik dan anorganik, tanpa mengorbankan kontrol operasional atas bisnis pengelolaan limbah.

SBTH sebagai perusahaan induk mengelola sejumlah entitas operasional di Singapura dan Indonesia. Di Singapura, Cora Environment Pte. Ltd. menangani limbah rumah tangga dan bisnis untuk lebih dari 470.000 pelanggan, sementara Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd. menjadi salah satu pelaku utama dalam pengelolaan limbah medis. Di Indonesia, PT Arah Environmental Indonesia menangani limbah medis, industri, dan rumah tangga di 15 provinsi. Keseluruhan operasional tersebut mengelola sekitar 760.000 ton limbah dalam periode enam bulan hingga 30 Juni 2026.

Persetujuan RUPSLB tetap menjadi syarat utama sebelum realisasi investasi dapat terealisasi. Manajemen TBS menegaskan bahwa meski pendanaan berasal dari mitra global, kendali operasional tetap berada di tangan perseroan, menandai komitmen untuk mempertahankan kemandirian strategis sambil memanfaatkan skala dan jaringan global dari investor internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya