Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melesat 1,14% di Pagi Hari

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,14% ke level 5.449,09 pada sesi pertama perdagangan, didorong sentimen domestik dan kenaikan likuiditas pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melesat 1,14% di Pagi Hari📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada awal sesi perdagangan hari ini, mencatat kenaikan 1,14% atau 61,18 poin, berada di posisi 5.449,09 pada pukul 10.24 WIB. Penguatan dimulai sejak pembukaan pasar di level 5.397,34, dan sempat terkoreksi ke titik terendah harian di 5.366,29 sebelum kembali rebound. Puncak kenaikan terjadi saat indeks menyentuh level tertinggi harian di 5.451,54, menunjukkan kepercayaan investor yang membaik terhadap dinamika pasar dalam negeri.

Aktivitas perdagangan menunjukkan sentimen positif, dengan volume transaksi mencapai 161,48 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp5,08 triliun hingga pukul 10.23 WIB. Penguatan indeks didukung oleh berbagai isu domestik, termasuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan sumber daya alam dan rencana perampingan BUMN. Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai level tertinggi dalam dekade terakhir menjadi faktor pendorong utama.

Pasar juga menantikan rilis data uang beredar bulan September 2026 dari Bank Indonesia, menyusul perlambatan dua bulan berturut-turut sebelumnya. Di sisi lain, kebijakan baru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 2 November 2026 turut menjadi sorotan: saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan IHSG, dengan tujuan membuat indeks lebih akurat merefleksikan kondisi pasar secara umum.

Sentimen global juga turut memengaruhi pergerakan pasar, terutama setelah data inflasi Jepang untuk bulan September menunjukkan kenaikan tahunan menjadi 2,1%, naik dari 1,9% pada periode sebelumnya. Inflasi inti yang mencakup energi namun tidak termasuk pangan segar mencapai 2,1%, tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, sesuai ekspektasi pasar dan menandai kembali peningkatan di atas target Bank of Japan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya