Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BNI: Kredit KDMP Berisiko Rendah karena Diproyeksikan dari APBN

BNI menegaskan risiko kredit macet program Koperasi Desa Merah Putih sangat rendah karena pembayaran berasal langsung dari APBN, dengan suku bunga 6% dan profitabilitas tetap terjaga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.33 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 10x dibuka
BNI: Kredit KDMP Berisiko Rendah karena Diproyeksikan dari APBN📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BNI menilai proyek pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digarap pemerintah melalui Agrinas memiliki profil risiko yang minim, terutama karena sumber pembayaran proyek berasal dari anggaran negara secara langsung. Hal ini menjadi dasar utama bagi bank dalam menetapkan suku bunga kredit yang lebih rendah dibandingkan produk komersial lainnya, meskipun tetap menghasilkan keuntungan wajar.

Skema pembiayaan ini diterapkan secara kolektif oleh BNI bersama bank-bank Himbara, dengan tujuan mendukung program pembangunan desa yang strategis. Suku bunga kredit yang diberikan kepada proyek tersebut sebesar 6%, jauh lebih rendah dibanding rata-rata kredit komersial BNI yang berada di kisaran 7%. Namun, kebijakan ini dijustifikasi karena jaminan pembayaran yang kuat dari sumber APBN.

Manajemen BNI menegaskan bahwa meskipun tujuan utama bukan mencari keuntungan maksimal, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja keuangan positif. Profitabilitas tetap terjaga karena pendapatan bunga bersih tumbuh 14,2% secara tahunan, didukung oleh ekspansi kredit yang sehat dan efisiensi struktur pendanaan. Peningkatan ini juga tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp10,8 triliun hingga semester I-2026, naik 5,94% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga tumbuh 14,2% menjadi Rp9 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi di segmen retail dan business banking. Total penyaluran kredit BNI hingga akhir semester I-2026 mencapai Rp969 triliun, tumbuh 24% dari tahun sebelumnya, menunjukkan ekspansi yang berkelanjutan di berbagai segmen usaha, termasuk UMKM, korporasi, dan konsumer.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya