BNI: Kredit KDMP Berisiko Rendah karena Diproyeksikan dari APBN
BNI menegaskan risiko kredit macet program Koperasi Desa Merah Putih sangat rendah karena pembayaran berasal langsung dari APBN, dengan suku bunga 6% dan profitabilitas tetap terjaga.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.33 WITA·👁 4 orang membaca· 3 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - BNI menilai proyek pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digarap pemerintah melalui Agrinas memiliki profil risiko yang minim, terutama karena sumber pembayaran proyek berasal dari anggaran negara secara langsung. Hal ini menjadi dasar utama bagi bank dalam menetapkan suku bunga kredit yang lebih rendah dibandingkan produk komersial lainnya, meskipun tetap menghasilkan keuntungan wajar.
Skema pembiayaan ini diterapkan secara kolektif oleh BNI bersama bank-bank Himbara, dengan tujuan mendukung program pembangunan desa yang strategis. Suku bunga kredit yang diberikan kepada proyek tersebut sebesar 6%, jauh lebih rendah dibanding rata-rata kredit komersial BNI yang berada di kisaran 7%. Namun, kebijakan ini dijustifikasi karena jaminan pembayaran yang kuat dari sumber APBN.
Manajemen BNI menegaskan bahwa meskipun tujuan utama bukan mencari keuntungan maksimal, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja keuangan positif. Profitabilitas tetap terjaga karena pendapatan bunga bersih tumbuh 14,2% secara tahunan, didukung oleh ekspansi kredit yang sehat dan efisiensi struktur pendanaan. Peningkatan ini juga tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp10,8 triliun hingga semester I-2026, naik 5,94% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga tumbuh 14,2% menjadi Rp9 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi di segmen retail dan business banking. Total penyaluran kredit BNI hingga akhir semester I-2026 mencapai Rp969 triliun, tumbuh 24% dari tahun sebelumnya, menunjukkan ekspansi yang berkelanjutan di berbagai segmen usaha, termasuk UMKM, korporasi, dan konsumer.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


