Purbaya Pertimbangkan BLU Kemenkeu Kelola Whoosh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan penunjukan BLU Kemenkeu untuk kelola proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, termasuk pembayaran utang selama 80 tahun dengan beban tahunan Rp1 triliun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengevaluasi dua entitas Badan Layanan Umum (BLU) di bawah kementeriannya sebagai calon pengelola proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh. Dua entitas yang dipertimbangkan adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Indonesia Investment Authority (INA), berdasarkan kapasitas keuangan dan pengalaman manajemen infrastruktur. Penetapan resmi diharapkan rampung pada 15 September 2026, menyusul pengalihan kendali dari BPI Danantara ke Kementerian Keuangan.
Purbaya menegaskan bahwa BLU yang berada di bawah Kemenkeu memiliki kinerja keuangan yang memadai untuk menanggung kewajiban pembayaran utang proyek Whoosh. Ia menunjukkan bahwa keuntungan tahunan dari BLU Kemenkeu tercatat antara Rp3 triliun hingga Rp7 triliun, tergantung entitas, sehingga secara finansial mampu menanggung beban pembayaran cicilan utang sebesar Rp1 triliun per tahun selama periode 80 tahun.
Proses pengalihan pengelolaan Whoosh telah selesai secara teknis dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Kepala BPI Danantara, Dony Oskaria, memastikan bahwa kesepakatan telah disepakati bersama Menteri Keuangan, dan pengalihan kepemilikan saham akan segera diumumkan. Dalam struktur kepemilikan, Kementerian Keuangan akan mengambil alih 60% saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sementara 40% saham dari konsorsium perusahaan Tiongkok tetap dipertahankan.
Konsorsium PSBI, yang terdiri dari WIKA, PT KAI, Jasamarga, dan PTPN III, tidak akan dibubarkan, melainkan tetap berfungsi sebagai pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), entitas yang menaungi operasional Whoosh. PT KAI tetap berperan sebagai koordinator konsorsium, meskipun kini kendali keuangan dan kepemilikan saham beralih ke Kemenkeu.
Pengalihan ini ditujukan untuk menyelesaikan tekanan keuangan yang selama ini dirasakan oleh PT Kereta Api (Persero) akibat beban utang proyek Whoosh yang berdampak pada neraca perusahaan. Dengan pengelolaan yang lebih terpusat di Kemenkeu, diharapkan proyek dapat berjalan secara lebih stabil, terukur, dan berkelanjutan tanpa mengganggu kesehatan keuangan BUMN lainnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


