BPD Diminta Ikut Gelar Rekening Gratis Massal
Pemerintah buka peluang bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ikut dalam program rekening gratis massal untuk tingkatkan inklusi keuangan nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.36 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah membuka ruang bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk turut serta dalam program pembukaan rekening massal yang dicanangkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses keuangan masyarakat. Inisiatif ini muncul atas masukan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang menilai pentingnya melibatkan lembaga perbankan daerah dalam implementasi program tersebut.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan bahwa pilihan terhadap institusi yang terlibat harus didasarkan pada kualitas dan kapasitas operasional. Ia menekankan pentingnya memilih BPD yang telah menunjukkan performa baik dalam layanan perbankan dan infrastruktur digital. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat peran lembaga lokal dalam sistem keuangan nasional.
Program rekening gratis ini ditujukan bagi warga Indonesia yang telah berusia 17 tahun, dengan saldo awal sebesar Rp50 ribu. Keputusan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh penduduk memiliki akses ke perbankan. Dengan rekening yang terhubung langsung ke sistem pembayaran digital, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dan subsidi dapat dilakukan secara lebih akurat dan efisien.
Pemetaan data akan dilakukan melalui integrasi antara data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan sistem pembayaran Bank Indonesia. Skema ini memungkinkan identifikasi peserta secara otomatis dan meminimalisir kesalahan sasaran. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

