Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Realisasikan Buyback Rp1 Triliun untuk Jaga Nilai Saham

BRI resmi menyiapkan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp1 triliun, ditujukan untuk menopang nilai pemegang saham dan memperkuat kepercayaan pasar di tengah fluktuasi pasar modal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 46x dibuka
BRI Realisasikan Buyback Rp1 Triliun untuk Jaga Nilai Saham📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan rencana pelaksanaan buyback saham tahap kedua dengan nilai maksimal sebesar Rp1 triliun. Aksi korporasi ini dipublikasikan melalui keterbukaan informasi pada Kamis, 22 Oktober 2026, dan dijadwalkan berlangsung selama periode 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Pelaksanaannya mengikuti ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 serta mendapat arahan dari Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 yang mengatur kebijakan buyback dalam kondisi pasar yang mengalami volatilitas tinggi.

Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen BRI terhadap nilai pemegang saham dan keyakinan terhadap kesehatan fundamental perusahaan. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa rencana buyback tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut tetap memperhatikan keseimbangan permodalan dan keberlanjutan operasional, sehingga tidak mengganggu kapasitas bisnis dalam menjalankan fungsi intermediasi dan ekspansi.

Hasil perhitungan pro forma terhadap kondisi keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) tetap berada pada level 21,42 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai 18,80 persen. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa BRI masih memiliki kapasitas permodalan yang kuat dan mampu menyerap dampak dari transaksi buyback tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.

Saham yang dibeli kembali akan dijadikan sebagai instrumen dalam program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan komisaris. Penggunaan saham tersebut baru dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai peraturan perundang-undangan. Dengan pendekatan ini, BRI menekankan tujuan jangka panjang, yaitu memperkuat ikatan antara karyawan dan perusahaan, serta menjaga stabilitas nilai saham di pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya