Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Siap Lakukan Buyback Saham untuk Jaga Nilai Perusahaan

BRI menyiapkan aksi buyback saham guna menopang nilai pasar, menyusul penurunan harga saham yang dinilai tidak mencerminkan fundamental perusahaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
BRI Siap Lakukan Buyback Saham untuk Jaga Nilai Perusahaan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mempertimbangkan kembali pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) sebagai respons terhadap fluktuasi pasar modal yang signifikan. Langkah ini diambil dalam konteks kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan, terutama akibat pertimbangan MSCI untuk menurunkan status pasar Indonesia dari emerging market ke standalone market. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan harga saham di sejumlah emiten, termasuk perusahaan unggulan seperti BRI.

Persetujuan OJK melalui surat resmi Nomor S-112/D.04/2026, yang memperpanjang masa penetapan fluktuasi pasar hingga 31 Desember 2026, memberikan ruang bagi perusahaan terbuka untuk melakukan buyback tanpa harus melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Aturan ini ditegaskan dalam POJK Nomor 13 Tahun 2023, sehingga BRI kini memiliki fleksibilitas hukum untuk menjalankan aksi tersebut.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa rencana buyback merupakan bentuk kepercayaan terhadap kondisi fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan. Ia menegaskan bahwa aksi ini dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan permodalan, menerapkan prinsip kehati-hatian, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Buyback juga menjadi bagian dari strategi memperkuat nilai perusahaan dan memberikan manfaat optimal bagi pemegang saham.

Di sisi lain, ekspektasi terhadap potensi imbal hasil dari saham BRI juga menjadi pertimbangan penting. Sejumlah analis memperkirakan yield dividen BBRI bisa mencapai sekitar 10–13%, yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif. Dengan rasio harga terhadap nilai buku (PBV) yang berada di bawah satu kali, saham perbankan seperti BRI dinilai sedang dalam posisi valuasi menarik, membuka peluang akumulasi jangka panjang bagi investor strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya