BRI Siap Lakukan Buyback Saham untuk Jaga Nilai Perusahaan
BRI menyiapkan aksi buyback saham guna menopang nilai pasar, menyusul penurunan harga saham yang dinilai tidak mencerminkan fundamental perusahaan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mempertimbangkan kembali pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) sebagai respons terhadap fluktuasi pasar modal yang signifikan. Langkah ini diambil dalam konteks kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan, terutama akibat pertimbangan MSCI untuk menurunkan status pasar Indonesia dari emerging market ke standalone market. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan harga saham di sejumlah emiten, termasuk perusahaan unggulan seperti BRI.
Persetujuan OJK melalui surat resmi Nomor S-112/D.04/2026, yang memperpanjang masa penetapan fluktuasi pasar hingga 31 Desember 2026, memberikan ruang bagi perusahaan terbuka untuk melakukan buyback tanpa harus melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Aturan ini ditegaskan dalam POJK Nomor 13 Tahun 2023, sehingga BRI kini memiliki fleksibilitas hukum untuk menjalankan aksi tersebut.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa rencana buyback merupakan bentuk kepercayaan terhadap kondisi fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan. Ia menegaskan bahwa aksi ini dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan permodalan, menerapkan prinsip kehati-hatian, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Buyback juga menjadi bagian dari strategi memperkuat nilai perusahaan dan memberikan manfaat optimal bagi pemegang saham.
Di sisi lain, ekspektasi terhadap potensi imbal hasil dari saham BRI juga menjadi pertimbangan penting. Sejumlah analis memperkirakan yield dividen BBRI bisa mencapai sekitar 10–13%, yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif. Dengan rasio harga terhadap nilai buku (PBV) yang berada di bawah satu kali, saham perbankan seperti BRI dinilai sedang dalam posisi valuasi menarik, membuka peluang akumulasi jangka panjang bagi investor strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

