Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Tumbuh 17,5% di Semester Pertama, Kunci Sukses di CASA dan Kredit UMKM

Laba BRI naik 17,5% menjadi Rp31,2 triliun pada semester pertama 2026, didorong peningkatan rasio dana murah, pertumbuhan kredit UMKM, dan penguatan pendapatan berbasis komisi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
BRI Tumbuh 17,5% di Semester Pertama, Kunci Sukses di CASA dan Kredit UMKM📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja positif di semester pertama tahun 2026 dengan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi bukti kuat bahwa strategi transformasi berkelanjutan yang diterapkan bank telah berdampak nyata terhadap kualitas dan keberlanjutan laba. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa fondasi utama pencapaian tersebut berasal dari dua pilar utama: pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi.

Upaya perbaikan struktur pendanaan menjadi prioritas utama, khususnya dalam meningkatkan kontribusi dana murah melalui rekening giro dan tabungan (CASA). Hery menekankan bahwa pertumbuhan dana murah tidak bisa terjadi tanpa aktivitas transaksi yang tinggi dalam ekosistem BRI. Untuk itu, bank terus memperluas dan mengoptimalkan kanal transaksi digital dan fisik, termasuk aplikasi BRImo, mesin EDC, AgenBRILink, serta sistem pembayaran QRIS. Peningkatan fitur dan antarmuka BRImo juga dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan nasabah dalam aktivitas perbankan sehari-hari.

Pertumbuhan kredit, terutama di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjadi pendorong utama lainnya. Lebih dari 75% fokus bisnis BRI berada di sektor ini, dan tren penyaluran kredit ke UMKM serta kredit konsumer terus menunjukkan peningkatan. Di samping itu, tingkat imbal hasil kredit tetap terjaga, sehingga mampu mendukung profitabilitas tanpa menekan risiko. Dengan demikian, BRI berhasil menjaga peran sebagai lembaga intermediasi yang efektif dalam memobilisasi dana masyarakat dan menyalurkannya secara produktif.

Di samping itu, BRI terus mengembangkan pendapatan berbasis komisi melalui layanan administrasi, transaksi digital, dan berbagai produk dalam ekosistem perbankan. Kombinasi ketiga pilar—dana murah yang terus diperkuat, kredit yang tumbuh sehat, dan pendapatan non-bunga yang berkembang—membentuk fondasi kokoh bagi pertumbuhan laba yang berkualitas. Hery menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan kemampuan BRI membangun momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis dan penuh tantangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya