Bright Gas Hadir untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian Gowa
Pertamina perkenalkan Bright Gas bagi petani Gowa dengan harga khusus dan program tukar tabung untuk dukung irigasi tanpa ketergantungan LPG 3 kg.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi meluncurkan program Bright Gas untuk mendukung operasional pompa air irigasi di kalangan petani Kabupaten Gowa. Peluncuran dilakukan secara langsung di Dusun Bilonga, Bontonompo, dengan partisipasi berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, perwakilan asosiasi pengusaha migas, serta kelompok tani setempat. Tujuannya adalah menyediakan alternatif energi yang lebih efisien dan terjangkau untuk kebutuhan pertanian di tengah keterbatasan air musim kemarau.
Program ini menawarkan tabung Bright Gas 5,5 kg dengan skema harga berjenjang sebagai bentuk insentif awal. Dalam lima bulan pertama, 100 refill pertama dibanderol Rp60.000 per tabung, diikuti 100 refill berikutnya seharga Rp80.000, dan 100 refill selanjutnya Rp90.000, jauh lebih murah dibanding harga normal Rp110.000. Selain itu, Pertamina menyediakan fasilitas trade-in gratis: petani dapat menukarkan dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg, dengan biaya isi ulang yang lebih ringan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa akses energi yang stabil menjadi kunci keberlangsungan aktivitas pertanian, terutama saat musim tanam dan kekeringan. Menurutnya, Bright Gas menjadi solusi praktis bagi petani yang tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi LPG 3 kg, namun tetap membutuhkan energi untuk pompa air.
Pertamina menegaskan komitmen untuk memperluas jaringan penyaluran Bright Gas di area pertanian, khususnya di wilayah dengan intensitas pengairan tinggi. Program ini juga dirancang sebagai langkah strategis untuk mengalihkan penggunaan LPG 3 kg dari sektor non-utama ke pemakai yang benar-benar membutuhkan subsidi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani akan terus diperkuat agar program berjalan berkelanjutan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan pangan melalui energi yang tepat sasaran. Ia menekankan bahwa pemanfaatan LPG Non-Subsidi secara terstruktur tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan distribusi subsidi. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan manfaat dirasakan luas dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


