Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRIN Uji Teknologi Tepung Singkong untuk Atasi Karhutla Skala Besar

Badan Riset dan Inovasi Nasional tengah mengkaji efektivitas tepung singkong sebagai bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar, setelah mendapat arahan dari Presiden untuk mengeksplorasi solusi teknologi baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BRIN Uji Teknologi Tepung Singkong untuk Atasi Karhutla Skala Besar
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini memperdalam kajian ilmiah terhadap potensi penggunaan tepung singkong sebagai material pemadam kebakaran hutan dan lahan di area yang luas. Keputusan ini muncul setelah adanya inisiatif dari Kapolri yang menyampaikan gagasan tentang pemanfaatan bahan berbasis tepung sebagai alternatif penanggulangan karhutla. Secara teoritis, BRIN menyatakan bahwa konsep tersebut layak dipertimbangkan, berdasarkan analisis dari para ahli kimia molekuler yang dilakukan secara mendalam.

Pengujian lanjutan kini sedang dipersiapkan dalam berbagai skala, termasuk evaluasi komposisi bahan dan metode penyemprotan yang efisien. Arif Satria, Kepala BRIN, menegaskan bahwa implementasi dalam skala besar tidak dapat dilakukan secara manual, sehingga diperlukan alat khusus dan teknologi pendukung. Proses ini menjadi tantangan utama, mengingat luasnya area yang terdampak karhutla dan kompleksitas kondisi lapangan.

BRIN juga mengembangkan teknologi modifikasi cuaca sebagai pendekatan pendukung, dengan memanfaatkan partikel mikro natrium klorida (NaCl) untuk memicu hujan buatan. Kolaborasi dengan TNI AU dan BMKG dilakukan untuk memastikan ketersediaan material riset dan pelaksanaan operasional. Dalam skema ini, BRIN fokus pada pengembangan material, sementara BMKG bertanggung jawab atas penerapan teknologi di lapangan.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Selatan telah melakukan uji coba cairan berbasis pati singkong yang dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Campuran ini dirancang untuk menahan panas dan mengurangi perambatan api di lahan gambut. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya pengujian lebih luas, terutama dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, untuk menilai efektivitas bahan tersebut di kondisi nyata.

Hingga kini, BRIN belum menerima arahan untuk produksi massal, tetapi tetap menjalankan mandat Presiden untuk mengeksplorasi berbagai opsi teknologi penanggulangan karhutla. Seluruh inovasi yang muncul dari masyarakat atau instansi terkait akan divalidasi secara ilmiah, termasuk teknologi berbasis tepung singkong. Fokus utama kini adalah menguji skala aplikasi dan kelayakan operasional di lapangan sebelum diputuskan sebagai solusi strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya