BRIN Uji Teknologi Tepung Singkong untuk Atasi Karhutla Skala Besar
Badan Riset dan Inovasi Nasional tengah mengkaji efektivitas tepung singkong sebagai bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar, setelah mendapat arahan dari Presiden untuk mengeksplorasi solusi teknologi baru.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini memperdalam kajian ilmiah terhadap potensi penggunaan tepung singkong sebagai material pemadam kebakaran hutan dan lahan di area yang luas. Keputusan ini muncul setelah adanya inisiatif dari Kapolri yang menyampaikan gagasan tentang pemanfaatan bahan berbasis tepung sebagai alternatif penanggulangan karhutla. Secara teoritis, BRIN menyatakan bahwa konsep tersebut layak dipertimbangkan, berdasarkan analisis dari para ahli kimia molekuler yang dilakukan secara mendalam.
Pengujian lanjutan kini sedang dipersiapkan dalam berbagai skala, termasuk evaluasi komposisi bahan dan metode penyemprotan yang efisien. Arif Satria, Kepala BRIN, menegaskan bahwa implementasi dalam skala besar tidak dapat dilakukan secara manual, sehingga diperlukan alat khusus dan teknologi pendukung. Proses ini menjadi tantangan utama, mengingat luasnya area yang terdampak karhutla dan kompleksitas kondisi lapangan.
BRIN juga mengembangkan teknologi modifikasi cuaca sebagai pendekatan pendukung, dengan memanfaatkan partikel mikro natrium klorida (NaCl) untuk memicu hujan buatan. Kolaborasi dengan TNI AU dan BMKG dilakukan untuk memastikan ketersediaan material riset dan pelaksanaan operasional. Dalam skema ini, BRIN fokus pada pengembangan material, sementara BMKG bertanggung jawab atas penerapan teknologi di lapangan.
Sebelumnya, Polda Kalimantan Selatan telah melakukan uji coba cairan berbasis pati singkong yang dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Campuran ini dirancang untuk menahan panas dan mengurangi perambatan api di lahan gambut. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya pengujian lebih luas, terutama dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, untuk menilai efektivitas bahan tersebut di kondisi nyata.
Hingga kini, BRIN belum menerima arahan untuk produksi massal, tetapi tetap menjalankan mandat Presiden untuk mengeksplorasi berbagai opsi teknologi penanggulangan karhutla. Seluruh inovasi yang muncul dari masyarakat atau instansi terkait akan divalidasi secara ilmiah, termasuk teknologi berbasis tepung singkong. Fokus utama kini adalah menguji skala aplikasi dan kelayakan operasional di lapangan sebelum diputuskan sebagai solusi strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


