Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Buruh Bubarkan Aksi Damai di Jakarta Tanpa Kekerasan

Ratusan ribu buruh membubarkan diri secara tertib di depan Gedung UOB Thamrin, menegaskan komitmen menjaga ketertiban dan mendukung Presiden Prabowo hingga 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.32 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
Buruh Bubarkan Aksi Damai di Jakarta Tanpa Kekerasan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aksi massa buruh yang berlangsung di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta, berakhir secara tertib pada pukul 13.40 WIB, Kamis (24/9/2026), tanpa melanjutkan pergerakan ke Bundaran Hotel Indonesia. Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa keputusan tidak melanjutkan aksi merupakan bentuk kesadaran kolektif untuk menjunjung tinggi aturan dan menunjukkan bahwa aspirasi bisa disampaikan tanpa kekerasan.

Dalam orasi yang berlangsung selama 40 menit di depan Gedung UOB Plaza, Andi Gani menyampaikan bahwa meskipun massa memiliki kekuatan untuk menembus area HI, mereka memilih tetap berpegang pada prinsip damai dan tertib. Ia menekankan bahwa aksi ini bukan bentuk ancaman, melainkan demonstrasi keterlibatan sosial yang konstruktif, sekaligus bentuk penghormatan terhadap prosedur yang berlaku.

Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI), yang mewakili mayoritas buruh di Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto hingga masa jabatannya berakhir pada 2029. Andi Gani menegaskan bahwa dukungan ini merupakan komitmen bersama yang tidak tergoyahkan. Ia membantah tudingan bahwa ada rencana untuk menjatuhkan pemerintahan, menyebut informasi tersebut sebagai hoaks yang tidak berdasar.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, mulai dari Kapolri hingga jajaran Polres Jakarta Pusat, atas pengawalan yang profesional dan menjaga suasana aman selama aksi berlangsung. Dukungan terhadap pemerintah, menurutnya, tidak bertentangan dengan keberlangsungan perjuangan buruh, melainkan bagian dari strategi kolektif untuk memperkuat posisi pekerja dalam kerangka pembangunan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya