PHK Capai 40 Ribu Orang, Kemnaker Soroti Dampak Keuangan Pekerja
Jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja di Indonesia hingga Juli 2026 mencapai 43.805 orang, dengan Jawa Barat paling tinggi secara persentase.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga bulan Juli 2026 telah menembus angka 43.805 orang, berdasarkan data terkini dari sistem Satu Data Kemnaker. Angka ini menunjukkan tren kenaikan yang terus berlanjut sejak tahun 2021, dengan puncak pada 2024 dan 2025 yang masing-masing mencatatkan lebih dari 77 ribu dan 88 ribu kasus PHK. Meski pada awal 2026 angka PHK belum mencapai 40 ribu, jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Berdasarkan distribusi geografis, Provinsi Jawa Barat menduduki posisi teratas dengan kontribusi sebesar 20,16 persen dari total nasional. Peningkatan jumlah PHK ini turut memicu lonjakan pengajuan klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), yang kini mencapai 54.116 klaim sejak Januari hingga Agustus 2026. Mediator Hubungan Industrial Ahli Madya Kemnaker, C Heru Widianto, menyampaikan kekhawatiran terhadap kemampuan dana jaminan sosial, yang dibiayai sebagian dari APBN, untuk tetap menanggung beban pembayaran klaim dalam jangka panjang.
Heru menyoroti kebiasaan pekerja yang mencairkan dana JKP sekaligus Jaminan Hari Tua (JHT) secara langsung setelah kehilangan pekerjaan. Ia memperingatkan bahwa praktik ini, yang didorong oleh pola konsumsi impulsif, berpotensi melemahkan ketahanan finansial jangka panjang pekerja. Menurutnya, perlu upaya bersama antarkementerian untuk membangun literasi keuangan yang lebih kuat di kalangan buruh agar dana sosial tidak digunakan secara sembarangan.
Data tambahan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni 98.080 pekerja nonaktif akibat PHK pada periode yang sama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54.116 telah mengajukan klaim JKP, menegaskan tekanan yang dirasakan oleh sistem jaminan sosial. Upaya penguatan regulasi ketenagakerjaan kini menjadi fokus utama, guna menciptakan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan daya saing industri di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

