BYD Hentikan Impor, Model Impor Segera Habis Stok
BYD Indonesia menghentikan impor mobil secara total setelah pabrik Subang beroperasi penuh, menyisakan stok terbatas untuk model seperti Seal, Sealion 7, Atto 3, dan Dolphin.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.37 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif elektrik BYD Motor Indonesia resmi menghentikan aktivitas impor kendaraan mulai pekan ini, seiring berjalannya produksi massal di pabrik Subang, Jawa Barat. Dengan pabrik yang telah diresmikan, semua model yang dipasarkan kini berasal dari hasil perakitan lokal. Hal ini berdampak langsung pada empat model yang sebelumnya diimpor, yaitu Atto 3, Seal, Sealion 7, dan Dolphin, yang tidak lagi masuk dalam daftar produksi dalam negeri.
Saat ini, sisa stok empat model tersebut masih tersedia di sejumlah dealer, namun jumlahnya sangat terbatas. Menurut pernyataan Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, pasokan impor untuk keempat model tersebut tidak akan diperbarui. Ia menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk fokus sepenuhnya pada produksi lokal, terlepas dari sisa stok yang tersisa.
Pabrik Subang kini telah beroperasi penuh dengan kapasitas produksi maksimal 150.000 unit per tahun. Hingga Desember 2027, BYD Auto Indonesia wajib memproduksi sekitar 92.000 kendaraan untuk memenuhi syarat insentif impor CBU yang diberikan pemerintah pada periode 2024–2025. Dalam dua tahun terakhir, produksi lokal telah meliputi model Atto 1, M6 DM, serta pada 2026 ditambah M6 EV dan Denza D9.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah impor mobil BYD pada 2025 mencapai sekitar 74.500 unit, meliputi berbagai model termasuk Atto 1, Atto 3, Dolphin, M6, E6, Seal, Sealion 7, dan Denza D9. Namun pada 2026, impor hanya tercatat untuk tiga model: Seal, Atto 3, dan Denza D9, dengan total sekitar 3.500 unit dari Januari hingga Juli. Impor Seal dan Atto 3 bahkan tidak tercatat pada bulan Juli, sementara Denza D9 hanya tercatat 159 unit, menunjukkan penurunan drastis dalam aktivitas impor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

