Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Hentikan Impor, Model Impor Segera Habis Stok

BYD Indonesia menghentikan impor mobil secara total setelah pabrik Subang beroperasi penuh, menyisakan stok terbatas untuk model seperti Seal, Sealion 7, Atto 3, dan Dolphin.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BYD Hentikan Impor, Model Impor Segera Habis Stok
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif elektrik BYD Motor Indonesia resmi menghentikan aktivitas impor kendaraan mulai pekan ini, seiring berjalannya produksi massal di pabrik Subang, Jawa Barat. Dengan pabrik yang telah diresmikan, semua model yang dipasarkan kini berasal dari hasil perakitan lokal. Hal ini berdampak langsung pada empat model yang sebelumnya diimpor, yaitu Atto 3, Seal, Sealion 7, dan Dolphin, yang tidak lagi masuk dalam daftar produksi dalam negeri.

Saat ini, sisa stok empat model tersebut masih tersedia di sejumlah dealer, namun jumlahnya sangat terbatas. Menurut pernyataan Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, pasokan impor untuk keempat model tersebut tidak akan diperbarui. Ia menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk fokus sepenuhnya pada produksi lokal, terlepas dari sisa stok yang tersisa.

Pabrik Subang kini telah beroperasi penuh dengan kapasitas produksi maksimal 150.000 unit per tahun. Hingga Desember 2027, BYD Auto Indonesia wajib memproduksi sekitar 92.000 kendaraan untuk memenuhi syarat insentif impor CBU yang diberikan pemerintah pada periode 2024–2025. Dalam dua tahun terakhir, produksi lokal telah meliputi model Atto 1, M6 DM, serta pada 2026 ditambah M6 EV dan Denza D9.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah impor mobil BYD pada 2025 mencapai sekitar 74.500 unit, meliputi berbagai model termasuk Atto 1, Atto 3, Dolphin, M6, E6, Seal, Sealion 7, dan Denza D9. Namun pada 2026, impor hanya tercatat untuk tiga model: Seal, Atto 3, dan Denza D9, dengan total sekitar 3.500 unit dari Januari hingga Juli. Impor Seal dan Atto 3 bahkan tidak tercatat pada bulan Juli, sementara Denza D9 hanya tercatat 159 unit, menunjukkan penurunan drastis dalam aktivitas impor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya